Walan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar rapat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan erupsi gunung anak krakatau.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap situasi aktivitas erupsi gunung anak krakatau.
Ratu Rachamtuzakiyah mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap aktivitas erupsi gunung anak krakatau.
“Oleh karena itu saya secara pribadi atau pemerintah daerah tentu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan kesiapsiagaan kita semua terhadap yang terjadi saat ini.”ungkap Bupati Serang Ratu Rachamtuzakiyah saat di wawancarai. Minggu, (6/9/2026).
Kemudian, Bupati Serang mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya jangan panik dan ketika keluar rumah memakai masker dan kacamata. Mengingat saat ini situasi gunung anak krakatau sedang erupsi.
“Warga jangan panik mengingat situasi hari ini tentu banyak abu vulkanik, jika tidak ada hal yang mendesak untuk bepergian keluar rumah maka sebaiknya didalam rumah dan jika memang itu harus keluar maka tolong gunakan masker dan kacamata.” imbaunya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, Erupsi anak gunung krakatau yang mengeluarkan abu vulkanik akan berdampak ke pernafasan.
“Abu vulkanik ini sangat berbahaya terutama untuk pernapasan apalagi sudah masuk paru paru yang menyebabkan ISPA jadi bisa batuk pilek dan sebagainya.” jelasnya.
Ia menyampaikan, kepada seluruh perangkat seperti pihak Kecamatan dan seluruh kepala desa se Kabupaten Serang untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan akibat terjadinya erupsi gunung anak krakatau.
“Mari kita sama sama tingkatkan kewaspadaan antar semua perangkat dan saya sudah sampaikan ke pihak kecamatan dan seluruh kepala desa yang ada di wilayah kabupaten serang untuk siap siaga dan waspada terhadap adanya aktivitas erupsi gunung anak krakatau.”tandasnya.
Selain itu, Bupati Serang segera membuat surat edaran untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di tujuh kecamatan yang terdampak erupsi gunung anak krakatau.
“Sesegera mungkin kita buat surat edaran karena ini abu vulkaniknya sangat berbahaya jadi insyaallah hari senin saya buat edaran.”ucapnya.
“Untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) selama erupsi ini terus aktif kami mohonkan untuk daring terlebih dahulu sampai berhentinya erupsi.” imbuhnya.
Sekedar diketahui, Akibat erupsi tersebut Bupati Serang intruksikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring terhitung, Senin, 7 September 2026 di tujuh Kecamatan seperti, Anyer, Cinangka, Mancak, Padarincang, Pabuaran, Ciomas dan Baros.
Simak vidio YouTube di walan.id













