Walan.id – Kepala Bidang (Kabid) Penetapan dan Penagihan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Gungun Ahmad Wiguna menargetkan capaian realisasi penerimaan pajak daerah di Triwulan II tahun 2026 hingga 50 persen dari target tahunan.
Hal itu tersebut muncul setelah realisasi penerimaan pajak daerah pada Triwulan I menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data per 31 Maret 2026, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp159.039.772.124 atau sebesar 19,96 persen dari total target pendapatan pajak daerah tahun 2026.
Capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp15.772.369.151 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Selain itu, terdapat peningkatan capaian target sebesar 1,51 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk Triwulan II kita masih terus mengejar target. Kita upayakan rata-rata bisa mencapai 45 persen, bahkan kalau memungkinkan bisa menembus 50 persen,” ujar Gungun kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah sektor pajak akan dimaksimalkan pada Triwulan II, di antaranya pajak reklame, pajak air tanah, pajak hotel dan restoran, pajak parkir hingga pajak penerangan jalan (PPJ).
Selain itu, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi fokus utama dalam mendongkrak pendapatan daerah. Bapenda akan melakukan pendataan dan penilaian terhadap bangunan-bangunan baru maupun perluasan pabrik yang belum terakomodasi dalam objek PBB.
“Bangunan yang sudah berdiri akan kita nilai tahun ini dan langsung kita tetapkan agar bisa menambah potensi penerimaan di tahun berjalan. Banyak juga pabrik yang melakukan perluasan tapi belum masuk dalam data PBB,” katanya.
Untuk mempercepat realisasi pendapatan, Bapenda juga menerapkan strategi jemput bola melalui surat pemberitahuan langsung kepada wajib pajak, penagihan keliling, hingga program pelayanan mobil keliling dan ketok pintu untuk BPHTB.
“Kita coba maksimalkan penagihan dan pelayanan agar pendapatan bisa masuk lebih cepat. Selain itu, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak juga terus dilakukan untuk menggali potensi-potensi baru,” jelasnya.
Gungun mengungkapkan, sejumlah sektor penyumbang terbesar penerimaan pajak daerah pada Triwulan I berasal dari PBB, pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Meski demikian, masih ada beberapa jenis pajak yang dinilai belum maksimal sehingga akan terus dilakukan identifikasi dan pengawasan.
“Kita identifikasi apa kendalanya, lalu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan supaya semua potensi pajak bisa berjalan optimal,” ungkapnya.
Ia berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang terus meningkat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang dan adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Harapannya PAD terus meningkat. Kita akan terus menggali potensi-potensi lain tanpa memberatkan masyarakat. Mudah-mudahan kondisi ekonomi semakin membaik sehingga PAD Kabupaten Serang juga ikut meningkat,” tandasnya.












