ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 5 November 2026, 06:13 WIB
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial

Kurangnya Perhatian terhadap Pendidikan, Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa

Walan. Id by Walan. Id
in Pendidikan
0

Walan.id – Pendidikan seharusnya menjadi fondasi utama pembangunan bangsa. Namun dalam praktiknya, perhatian terhadap pendidikan masih kerap terpinggirkan.

Persoalan ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dengan berbagai aspek kehidupan—mulai dari kualitas sumber daya manusia, stabilitas sosial, hingga daya saing negara di tengah persaingan global.

Kurangnya perhatian terhadap pendidikan bukan sekadar soal keterbatasan anggaran atau minimnya sarana belajar, tetapi juga menyangkut cara pandang masyarakat dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada penguatan kualitas manusia.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya tantangan global, pendidikan justru sering diposisikan sebagai urusan sekunder. Padahal, mengabaikan pendidikan sama artinya dengan menyiapkan masa depan yang rapuh. Tanpa pendidikan yang kuat, sebuah bangsa dapat tertinggal tanpa benar-benar menyadari penyebabnya.

Akar Persoalan yang Masih Menghambat

Salah satu penyebab utama kurangnya perhatian terhadap pendidikan adalah faktor budaya. Di sebagian masyarakat, pendidikan masih dianggap tidak lebih penting dibandingkan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang secara cepat. Banyak anak didorong untuk bekerja sejak usia muda demi membantu ekonomi keluarga, sementara pendidikan dipandang sebagai beban jangka panjang yang hasilnya tidak langsung terlihat.

Selain itu, masih terdapat anggapan bahwa hanya mereka yang “cerdas” yang dapat sukses melalui jalur pendidikan, sehingga anak-anak yang merasa tertinggal memilih menyerah lebih awal.

Masalah berikutnya adalah ketimpangan akses dan kualitas fasilitas pendidikan. Di daerah terpencil, sekolah dengan kondisi layak, buku pelajaran, serta tenaga pendidik berkualitas masih menjadi kemewahan. Guru-guru berpengalaman cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah pedalaman harus puas dengan fasilitas dan kualitas pembelajaran yang terbatas. Ketimpangan ini membuat proses belajar kurang menarik dan berdampak pada tingginya angka putus sekolah.

Selain itu, kebijakan pendidikan yang kurang relevan dengan kebutuhan zaman juga turut memperparah keadaan. Kurikulum sering kali tidak selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Sistem pendidikan masih terlalu menekankan hafalan dan nilai ujian, bukan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Akibatnya, pendidikan kerap dipandang hanya sebagai formalitas untuk memperoleh ijazah, bukan sebagai bekal kehidupan.

Di era digital, pengaruh media dan budaya populer juga berperan besar. Media sosial kerap menampilkan gambaran kesuksesan instan tanpa latar belakang pendidikan yang jelas. Figur publik yang sukses tanpa jalur pendidikan formal sering dijadikan contoh, sehingga muncul persepsi bahwa pendidikan bukanlah faktor penting untuk meraih keberhasilan. Pandangan ini semakin menjauhkan masyarakat dari kesadaran akan pentingnya pendidikan jangka panjang.

Dampak Serius bagi Individu, Masyarakat, dan Negara

Kurangnya perhatian terhadap pendidikan membawa dampak yang luas. Bagi individu, keterbatasan pendidikan sering berujung pada sempitnya peluang kerja, rendahnya pendapatan, serta kerentanan terhadap kemiskinan dan berbagai persoalan sosial. Minimnya pendidikan juga memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan penting terkait kesehatan, keuangan, dan kehidupan sosial.

Pada tingkat masyarakat, rendahnya kualitas pendidikan berpotensi meningkatkan berbagai masalah sosial, seperti kriminalitas, rendahnya kesadaran kesehatan dan lingkungan, serta lemahnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat yang kurang teredukasi lebih mudah terpapar hoaks dan manipulasi informasi, yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas sosial.

Sementara itu, bagi negara, rendahnya prioritas terhadap pendidikan akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Negara akan kesulitan menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan global. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan posisi Indonesia di tengah persaingan internasional dan memicu ketidakstabilan sosial serta politik.

Langkah Strategis yang Perlu Ditempuh

Mengatasi persoalan ini membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, bukan sekadar pemenuhan administratif. Akses dan fasilitas pendidikan harus diperluas secara merata, terutama di daerah tertinggal, disertai upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik.

Di sisi lain, pembaruan kurikulum menjadi keharusan agar pendidikan relevan dengan kebutuhan zaman. Sistem pembelajaran perlu mendorong kreativitas, keterampilan praktis, serta kemampuan berpikir kritis. Pemanfaatan teknologi juga harus dioptimalkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses dan memperkaya metode pembelajaran.

Peran orang tua dan masyarakat tidak kalah penting. Kesadaran akan nilai pendidikan perlu ditanamkan sejak dini, agar pendidikan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai investasi masa depan. Dukungan lingkungan sekitar akan sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan anak.

Penutup

Kurangnya perhatian terhadap pendidikan adalah persoalan serius yang tidak boleh diabaikan. Pendidikan bukanlah barang mewah, melainkan hak dasar setiap warga negara dan fondasi utama kemajuan bangsa. Tanpa pendidikan yang berkualitas, mustahil membangun individu yang berdaya, masyarakat yang kuat, dan negara yang maju. Sudah saatnya pendidikan ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan hanya dalam wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Penulis : Rizki Adam Malik Nasution
Fakultas Hukum Universitas Pamulang PDSKU Kota Serang

Post Views: 573
Tags: Ancaman PendidikanKualitas Sumber Daya ManusiaPersaingan Global
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perselingkuhan di Era Digital: Ketika Kepercayaan Pasangan Runtuh

Next Post

Program Kementan, DKPP Kabupaten Serang Dorong Petani Manfaatkan Pembelian Alsintan Subsidi 8,5 Persen

Related Posts

Tembok SDN Pabuaran Ambruk, Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Puing

Tembok pagar SDN Pabuaran, Kecamatan Pamarayan, Ambruk setelah diguyur hujan semalaman. Dok. (Ist)

Tembok pagar SDN Pabuaran, Kecamatan Pamarayan, Ambruk setelah diguyur hujan semalaman. Dok. (Ist)

by Walan. Id
31 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Honda Banten Kolaborasi dengan Kepolisian, Edukasi Pengendara di Area Rawan Kecelakaan

Honda Banten berkolaborasi dengan pihak Kepolisian untuk mengedukasi pengendara di area rawan kecelakaan. Dok (ist)

Honda Banten berkolaborasi dengan pihak Kepolisian untuk mengedukasi pengendara di area rawan kecelakaan. Dok (ist)

by Walan. Id
30 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Gelar Pengukuhan Pengurus Pastirta Sekaligus Reuni Lintas Angkatan SMA Tirtayasa

Para Alumni SMA Tirtayasa foto bersama usai pengukuhan ketua Pastirta yang digelar di gedung Kwarda Pramuka Banten, Kota Serang. Dok (Nurlan)

Para Alumni SMA Tirtayasa foto bersama usai pengukuhan ketua Pastirta yang digelar di gedung Kwarda Pramuka Banten, Kota Serang. Dok (Nurlan)

by Walan. Id
24 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

PLN UID Banten Bekali Pelajar Pengetahuan K3 Penggunaan Listrik

Foto bersama usai kegiatan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan, Electrifying Lifestyle, dan pengenalan PLN Mobile oleh PLN UP3 Cikupa bersama jajaran SMAN 6 Kabupaten Tangerang. Dok (ist)

Foto bersama usai kegiatan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan, Electrifying Lifestyle, dan pengenalan PLN Mobile oleh PLN UP3 Cikupa bersama jajaran SMAN 6 Kabupaten Tangerang. Dok (ist)

by Walan. Id
13 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Siapkan Lulusan SMK Berkompetensi Industri, PLN UID Banten Raih GOLD ISDA 2026

by Walan. Id
2 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Satlantas Polres Serang Raih Juara 1 Lomba Mural Ditingkat Polda Banten

Hasil karya seni lomba mural yang menjadi juara ditingkat Polda Banten. Dok. (Nurlan)

Hasil karya seni lomba mural yang menjadi juara ditingkat Polda Banten. Dok. (Nurlan)

by Walan. Id
29 September 2026
0
0
ShareTweetShare
Next Post

Program Kementan, DKPP Kabupaten Serang Dorong Petani Manfaatkan Pembelian Alsintan Subsidi 8,5 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

BPKAD Kabupaten Serang Alokasikan Anggaran Mobil Dinas Camat 1,7 Miliar

1 tahun ago
0

Pj Sekda Lepas Pemberangkatan 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Kabupaten Serang

1 tahun ago
0

Berita Terpopuler

    Remaja yang diduga tenggelam di sungai Cikuesal ditemukan meninggal dunia. Dok. (Ist)

    Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Cikuesal Ditemukan Meninggal Dunia

    by Walan. Id
    4 November 2026
    0
    0

    Walan.id – Seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di sungai irigasi di Kampung Katulisan, Desa Penyebrangan, Kecamatan Cikuesal, Kabupaten Serang, Banten...

    Ilustrasi Tenggelam. Dok. (Ist)

    Remaja Diduga Tenggelam di Sungai Cikuesal, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

    by Walan. Id
    4 November 2026
    0
    0

    Walan.id – Seorang remaja diduga tenggelam di sungai yang berlokasi di Kampung Katulisan, Desa Penyebrangan, Kecamatan Cikuesal, Kabupaten Serang, Banten....

    Rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Serang. Dok (ist)

    Raperda Prakarsa DPRD Kabupaten Serang Diharap jadi Landasan Penguatan Program Kerakyatan

    by Walan. Id
    4 November 2026
    0
    0

    Walan.id - Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa DPRD Kabupaten Serang menjadi landasan...

    PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026

    by Walan. Id
    4 November 2026
    0
    0

    Walan.id - PT PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PLN Nusantara Power (PLN NP) meraih...

    Walan.id
    adalah situs Portal Media Online yang bertujuan menyajikan konten berita terkini dan informatif.
    089528994714
    redaksiwalanid@gmail.com
    Facebook Twitter Youtube

    Category

    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id