ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, 20 September 2026, 09:42 WIB
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial

Kurangnya Perhatian terhadap Pendidikan, Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa

Walan. Id by Walan. Id
in Pendidikan
0

Walan.id – Pendidikan seharusnya menjadi fondasi utama pembangunan bangsa. Namun dalam praktiknya, perhatian terhadap pendidikan masih kerap terpinggirkan.

Persoalan ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dengan berbagai aspek kehidupan—mulai dari kualitas sumber daya manusia, stabilitas sosial, hingga daya saing negara di tengah persaingan global.

Kurangnya perhatian terhadap pendidikan bukan sekadar soal keterbatasan anggaran atau minimnya sarana belajar, tetapi juga menyangkut cara pandang masyarakat dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada penguatan kualitas manusia.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya tantangan global, pendidikan justru sering diposisikan sebagai urusan sekunder. Padahal, mengabaikan pendidikan sama artinya dengan menyiapkan masa depan yang rapuh. Tanpa pendidikan yang kuat, sebuah bangsa dapat tertinggal tanpa benar-benar menyadari penyebabnya.

Akar Persoalan yang Masih Menghambat

Salah satu penyebab utama kurangnya perhatian terhadap pendidikan adalah faktor budaya. Di sebagian masyarakat, pendidikan masih dianggap tidak lebih penting dibandingkan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang secara cepat. Banyak anak didorong untuk bekerja sejak usia muda demi membantu ekonomi keluarga, sementara pendidikan dipandang sebagai beban jangka panjang yang hasilnya tidak langsung terlihat.

Selain itu, masih terdapat anggapan bahwa hanya mereka yang “cerdas” yang dapat sukses melalui jalur pendidikan, sehingga anak-anak yang merasa tertinggal memilih menyerah lebih awal.

Masalah berikutnya adalah ketimpangan akses dan kualitas fasilitas pendidikan. Di daerah terpencil, sekolah dengan kondisi layak, buku pelajaran, serta tenaga pendidik berkualitas masih menjadi kemewahan. Guru-guru berpengalaman cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah pedalaman harus puas dengan fasilitas dan kualitas pembelajaran yang terbatas. Ketimpangan ini membuat proses belajar kurang menarik dan berdampak pada tingginya angka putus sekolah.

Selain itu, kebijakan pendidikan yang kurang relevan dengan kebutuhan zaman juga turut memperparah keadaan. Kurikulum sering kali tidak selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Sistem pendidikan masih terlalu menekankan hafalan dan nilai ujian, bukan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Akibatnya, pendidikan kerap dipandang hanya sebagai formalitas untuk memperoleh ijazah, bukan sebagai bekal kehidupan.

Di era digital, pengaruh media dan budaya populer juga berperan besar. Media sosial kerap menampilkan gambaran kesuksesan instan tanpa latar belakang pendidikan yang jelas. Figur publik yang sukses tanpa jalur pendidikan formal sering dijadikan contoh, sehingga muncul persepsi bahwa pendidikan bukanlah faktor penting untuk meraih keberhasilan. Pandangan ini semakin menjauhkan masyarakat dari kesadaran akan pentingnya pendidikan jangka panjang.

Dampak Serius bagi Individu, Masyarakat, dan Negara

Kurangnya perhatian terhadap pendidikan membawa dampak yang luas. Bagi individu, keterbatasan pendidikan sering berujung pada sempitnya peluang kerja, rendahnya pendapatan, serta kerentanan terhadap kemiskinan dan berbagai persoalan sosial. Minimnya pendidikan juga memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan penting terkait kesehatan, keuangan, dan kehidupan sosial.

Pada tingkat masyarakat, rendahnya kualitas pendidikan berpotensi meningkatkan berbagai masalah sosial, seperti kriminalitas, rendahnya kesadaran kesehatan dan lingkungan, serta lemahnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat yang kurang teredukasi lebih mudah terpapar hoaks dan manipulasi informasi, yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas sosial.

Sementara itu, bagi negara, rendahnya prioritas terhadap pendidikan akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Negara akan kesulitan menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif dan adaptif terhadap perubahan global. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan posisi Indonesia di tengah persaingan internasional dan memicu ketidakstabilan sosial serta politik.

Langkah Strategis yang Perlu Ditempuh

Mengatasi persoalan ini membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, bukan sekadar pemenuhan administratif. Akses dan fasilitas pendidikan harus diperluas secara merata, terutama di daerah tertinggal, disertai upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik.

Di sisi lain, pembaruan kurikulum menjadi keharusan agar pendidikan relevan dengan kebutuhan zaman. Sistem pembelajaran perlu mendorong kreativitas, keterampilan praktis, serta kemampuan berpikir kritis. Pemanfaatan teknologi juga harus dioptimalkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses dan memperkaya metode pembelajaran.

Peran orang tua dan masyarakat tidak kalah penting. Kesadaran akan nilai pendidikan perlu ditanamkan sejak dini, agar pendidikan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai investasi masa depan. Dukungan lingkungan sekitar akan sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan anak.

Penutup

Kurangnya perhatian terhadap pendidikan adalah persoalan serius yang tidak boleh diabaikan. Pendidikan bukanlah barang mewah, melainkan hak dasar setiap warga negara dan fondasi utama kemajuan bangsa. Tanpa pendidikan yang berkualitas, mustahil membangun individu yang berdaya, masyarakat yang kuat, dan negara yang maju. Sudah saatnya pendidikan ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan hanya dalam wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Penulis : Rizki Adam Malik Nasution
Fakultas Hukum Universitas Pamulang PDSKU Kota Serang

Post Views: 522
Tags: Ancaman PendidikanKualitas Sumber Daya ManusiaPersaingan Global
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perselingkuhan di Era Digital: Ketika Kepercayaan Pasangan Runtuh

Next Post

Program Kementan, DKPP Kabupaten Serang Dorong Petani Manfaatkan Pembelian Alsintan Subsidi 8,5 Persen

Related Posts

HUT PMI ke 81, Wakil Bupati Serang Najib Hamas Apresiasi Kinerja PMI

Wakil Bupati Serang Najib Hamas menghadiri HUT PMI ke 81 di halaman KP3B kota Serang. Dok. (ist)

Wakil Bupati Serang Najib Hamas menghadiri HUT PMI ke 81 di halaman KP3B kota Serang. Dok. (ist)

by Walan. Id
17 September 2026
0
0
ShareTweetShare

Komite SMPN 1 Carenang Gelar Musyawarah Bersama Wali Murid Terkait Parkir di Area Sekolah

Kepala sekolah, Jajaran dewan guru, komite dan Alumni serta wali murid rapat musyawarah di SMPN 1 Carenang. Dok.(ist)

Kepala sekolah, Jajaran dewan guru, komite dan Alumni serta wali murid rapat musyawarah di SMPN 1 Carenang. Dok.(ist)

by Walan. Id
13 September 2026
0
0
ShareTweetShare

Dua Advokat Turun Gunung ungkap Fakta Soal Isu Tuduhan Dugaan Pungli di SMPN 1 Carenang

Ishak, SH. MH dan Irvan A Abdillah SH. MH Ialah Alumni SMPN 1 Carenang yang saat ini menjadi lawyer. Dok. (Nurlan)

Ishak, SH. MH dan Irvan A Abdillah SH. MH Ialah Alumni SMPN 1 Carenang yang saat ini menjadi lawyer. Dok. (Nurlan)

by Walan. Id
12 September 2026
0
0
ShareTweetShare

Redupnya Identitas Nasionalisme Jadi Tantangan di Era Globalisasi

Muhamad Irfan Khaerul Umam Adalah Mahasiswa UNPAM PSDKU Serang. Dok. (Ist)

Muhamad Irfan Khaerul Umam Adalah Mahasiswa UNPAM PSDKU Serang. Dok. (Ist)

by Walan. Id
8 September 2026
0
0
ShareTweetShare

Srikandi PLN Ajak Generasi Muda Kenal Lebih Dekat Dunia Energi melalui Program Srikandi Goes to School & Campus

Antusiasme mahasiswi dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Dok. (Ist)

Antusiasme mahasiswi dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Dok. (Ist)

by Walan. Id
7 September 2026
0
0
ShareTweetShare

Dampak Erupsi GAK, Bupati Serang Intruksikan KBM di Tujuh Kecamatan Secara Daring

Ratu Rachmatuzakiyah saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka pada Minggu, 6 September 2026. Dok. (Ist)

Ratu Rachmatuzakiyah saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka pada Minggu, 6 September 2026. Dok. (Ist)

by Walan. Id
6 September 2026
0
0
ShareTweetShare
Next Post

Program Kementan, DKPP Kabupaten Serang Dorong Petani Manfaatkan Pembelian Alsintan Subsidi 8,5 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Saksi Airin Ade Tak Mau Tandatangani Hasil Pleno, Keberatan Demokrasi di Tanah Jawara Dinilai Carut Marut

2 tahun ago
0

Warga Mekarsari Gelar Aksi Tutup Mulut, Refleksi atas ketidakadilan Hukum yang Menimpanya

2 tahun ago
0

Berita Terpopuler

    Wakil Bupati Serang Najib Hamas menghadiri HUT PMI ke 81 di halaman KP3B kota Serang. Dok. (ist)

    HUT PMI ke 81, Wakil Bupati Serang Najib Hamas Apresiasi Kinerja PMI

    by Walan. Id
    17 September 2026
    0
    0

    Walan.id - Wakil Bupati Serang Muhamad Najib Hamas mengapresiasi kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) yang selama ini membantu masyarakat secara...

    Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Muhammad Furqon. Dok. (Ist)

    Disnakertrans Kabupaten Serang Latih 32 Warga Menjahit Garmen

    by Walan. Id
    17 September 2026
    0
    0

    Walan.id - Sebanyak 32 warga mengikuti Pelatihan Menjahit Garmen atau proses menjahit pakaian secara industri, massal dengan standar pabrik yang...

    Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Okupansi di Anyer-Cinangka Anjlok 80 Persen. Dok. (Nurlan)

    Kunjungan Wisatawan di Anyer – Cinangka Turun hingga 80 Persen Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

    by Walan. Id
    17 September 2026
    0
    0

    Walan.id - Tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. mengalami cukup drastis dalam pekan terakhir...

    DPRD Kabupaten Serang Setujui Perubahan APBD 2026. Dok. (Ist)

    DPRD Kabupaten Serang Setujui Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Naik Rp127,8 Miliar

    by Walan. Id
    16 September 2026
    0
    0

    Walan.id — DPRD Kabupaten Serang menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026...

    Walan.id
    adalah situs Portal Media Online yang bertujuan menyajikan konten berita terkini dan informatif.
    089528994714
    redaksiwalanid@gmail.com
    Facebook Twitter Youtube

    Category

    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id