Walan.id – Nasib gaji ribuan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Serang belum ada kesepakatan.
Diketahui, pada rapat dengar pendapat (RDP) pemerintah kabupaten (Pemkab) Serang mengenai usulan gaji sebesar Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per bulan yang muncul dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
Sementera mereka berharap Gaji PPPK Paruh Waktu di angka Rp2.130.000 (dua juta seratus tiga puluh) perbulan sebagai standar kelayakan hidup.
Baca juga:
Ratusan Honorer di Banten Berunjuk Rasa, Minta Diangkat PPPK
Abdullah Salah satu perwakilan tenaga PPPK Paruh Waktu menyampaikan rasa kecewanya saat menunggu hasil rapat di luar ruangan. Bahkan, menurutnya, angka satu juta rupiah tersebut jauh dari kata manusiawi, apalagi jika melihat pengabdian yang sudah berjalan puluhan tahun.
“Jelas kami sangat berkeberatan. Angka satu juta itu belum sepantasnya disebut layak. Kami di UPT, di SD, sudah mengabdi berpuluh-puluh tahun. Belum lagi risiko hukum yang sekarang menghantui profesi guru,” ujar Abdullah kepada wartawan. Rabu malam (25/2/2026).
Ia mengungkapkan bahwa para tenaga PPPK sebelumnya menaruh harapan pada angka Rp2.130.000 sebagai standar kelayakan hidup.
Abdullah menjelaskan selisih yang teramat jauh antara usulan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan harapan mereka, memicu luka mendalam bagi mereka yang selama ini bertahan dengan insentif seadanya.
Baca juga:
Ribuan PPPK Paruh Waktu di Lingkungan Pemkab Serang Dilantik
“Kami di tenaga teknis lebih terasa lagi. Kalau guru mungkin masih ada sertifikasi, tapi kami di teknik tidak ada. Makanya kami minta angka Rp2,1 juta itu disama-ratakan tanpa memandang ijazah atau posisi, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kami,” jelasnya.
Meski Banggar DPRD belum mengetuk palu dan menolak usulan tersebut, suasana kebatinan para tenaga PPPK saat ini diliputi kecemasan.
Abdullah bahkan menyuarakan ide yang cukup berani, yakni memohon kerelaan para pejabat Kabupaten Serang untuk berbagi demi kesejahteraan mereka.
Baca juga:
Kabar Bahagia, Pemkab Serang Alokasikan Anggaran TPP PPPK 2026
“Kalau memang anggaran kurang, apakah tidak bisa diambil sedikit dari TPP para pejabat. Kami mohon ada kelonggaran sedikit saja untuk kami agar gajinya jangan cuma sejuta. Kami hanya ingin hidup layak,” ungkapnya.
Kini, ribuan mata tertuju pada rapat lanjutan di tiga hari mendatang. Bagi Abdullah dan ribuan PPPK lainnya di Kabupaten Serang, keputusan hari Jumat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan penentu apakah dapur mereka bisa tetap mengepul dan apakah pengabdian puluhan tahun mereka akhirnya dihargai oleh negara.
“Sementara kami terima informasi ini dulu sambil menunggu hari Jumat. Kami berharap ada keajaiban, ada hati nurani yang melihat nasib kami di lapangan,” pungkas Abdullah.
Editor: Nurlan













