Walan.id – Bupati Serang Ratu Zakiyah meluncurkan Sensus Ekonomi 2026 yang menyasar potensi usaha UMKM di Kabupaten Serang.
Hal itu dilakukan supaya dapat tersusun strategi yang tepat untuk perekonomian di wilayah Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh perangkat daerah dan camat serta kepala desa.
Bahkan, kata Ratu Zakiah, seluruh kepala desa agar memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sensus ekonomi ini sangat penting.
“Jadi masyarakat diharapkan juga untuk memberikan data seakurat mungkin, terutama masyarakat atau pelaku usaha baik kecil maupun besar. Nanti para petugas sensus akan mendatangi masyarakat tersebut untuk mencari atau mengambil informasi itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 ini akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2026.
“Hari ini launching sinergi sensus ekonomi 2026 bersama BPS provinsi Banten dalam rangka memberikan gambaran riil aktivitas usaha di wilayah kabupaten serang.” ujarnya.
Ia menegaskan dan menjamin data hasil sensus dilindungi serta aman kerahasiaannya karena dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik.
“Ketika masyarakat atau pelaku usaha memberikan data, tidak perlu khawatir tidak akan dipublikasikan. Kadang ada kekhawatiran dari masyarakat, khawatir data yang disampaikan bocor, padahal dijaga kerahasiaannya. Jadi jangan takut, semua aman,” tandasnya.
Ratu Zakiyah berharap, setelah pelaksanaan sensus didapatkan data-data yang akurat. Kedepan Pemkab Serang akan mengetahui potensinya.
“Jadi potensi unggulan apa saja, terutama usaha-usaha di wilayah Kabupaten Serang yang patut dikembangkan.”
“Kemudian kita dapat menyusun strategi yang tepat untuk perekonomian di wilayah Kabupaten Serang,” terangnya.
Ia menegaskan, masyarakat diharapkan untuk memberikan data seakurat mungkin, terutama masyarakat atau pelaku usaha baik kecil maupun besar. Nanti para petugas sensus akan mendatangi masyarakat tersebut untuk mencari atau mengambil informasi itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, mengatakan yang akan didata adalah seluruh pelaku usaha dari sektor pertanian sampai jasa, dan seluruh skala usaha dari mikro sampai besar. Adapun yang akan ditanyakan di antaranya NIB atau Nomor Induk Berusaha, produknya apa, pendapatan, dan pengeluaran.
“Sehingga nanti ketika datanya sudah diolah, bupati dan jajaran bisa memetakan dan melihat karakteristik usaha. Seperti yang ibu bupati sampaikan, bisa mendapatkan atau merumuskan strategi kebijakan yang tepat sesuai kebutuhan wilayah,” ujarnya.
Kepala BPS Kabupaten Serang, Tutty Amalia, menambahkan bahwa sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sudah dilakukan melalui media radio, media cetak, dan media sosial yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang, serta memasang spanduk-spanduk di lokasi strategis.
“Kami sudah melakukan sosialisasi sangat intensif melalui media sosial. Sedangkan untuk petugas Sensus Ekonomi, BPS mengerahkan 1.300 petugas,” ujarnya.
Dijelaskan Tutty, pelaksanaan Sensus Ekonomi dilakukan 10 tahun sekali. Sedangkan BPS memiliki 3 sensus, yaitu Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi.
“Sensus penduduk setiap tahun berakhiran nol, pertanian setiap tahun berakhiran 3, dan sensus ekonomi berakhiran 6,” terangnya.
Tutty Amalia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Serang tumbuh positif berdasarkan hasil survei terakhir pada 2025 lalu. Dengan demikian, jika responden menjawab dengan baik dan jujur ketika disensus, maka bisa dilihat dan dipertahankan tren positif tersebut.
“Setelah sensus kita bisa melihat dan mempertahankan pertumbuhan positif itu agar terus tumbuh, sehingga tidak melambat, tapi terus meningkat,” tandasnya












