Walan.id – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Serang, terutama terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di kawasan Anyer dan Cinangka.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, peningkatan aktivitas erupsi GAK sebelumnya telah memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, salah satunya terlihat dari tingkat okupansi hotel di kawasan wisata tersebut.
Hal itu disampaikan Zakiyah dalam rapat Tim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang Tahun 2026.
“Adanya dampak sektor ekonomi dan pariwisata pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. Peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang lalu berdampak langsung pada iklim investasi, terlebih pada okupansi hotel yang ada di wilayah Cinangka dan Anyer,” ujar Zakiyah dalam sambutanya, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah bersama agar aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan pesisir Kabupaten Serang dapat kembali berjalan secara optimal.
“Kita perlu merumuskan langkah pemulihan ekonomi, penguatan mitigasi bencana terpadu, serta penyampaian edukasi dan informasi resmi yang menenangkan publik sehingga terhindar dari adanya disinformasi,” katanya.
Zakiyah menilai, koordinasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan masyarakat maupun pelaku usaha mendapatkan informasi yang tepat mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau.
Selain persoalan erupsi, Pemkab Serang juga menghadapi tantangan kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
“Memasuki puncak musim kemarau, beberapa kecamatan di wilayah kita mulai mengalami krisis air bersih dan ancaman penurunan produktivitas lahan pertanian,” ungkapnya.
Di sisi lain, rapat Forkopimda juga membahas sejumlah persoalan sosial dan keamanan, termasuk keresahan masyarakat terkait pembangunan pesantren yang disinyalir beraliran menyimpang di Kecamatan Padarincang serta penanganan dugaan pelecehan seksual di lingkungan pesantren Kecamatan Kramatwatu.
Zakiyah mengatakan, seluruh persoalan tersebut perlu ditangani secara bersama agar tidak berkembang menjadi konflik maupun keresahan yang lebih luas di masyarakat.
“Ini pun nanti kita bahas juga supaya masyarakat kita lebih kondusif dan bisa terhindar dari adanya gesekan sosial,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Serang juga mematangkan persiapan HUT Kabupaten Serang ke-500 yang puncak peringatannya dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.
Selain itu, agenda Anyer Panarukan turut menjadi perhatian karena dinilai memiliki potensi untuk memperkuat promosi wisata dan sejarah Kabupaten Serang.
“Kami sudah melakukan MoU dengan Bupati Situbondo. Ini adalah awal kerja sama bagaimana kemudian kita dapat mengangkat pariwisata di sekitar wilayah kita, khususnya Anyer dan juga Panarukan,” kata Zakiyah.
Ia berharap sinergi Forkopimda dapat menghasilkan langkah konkret dalam menjaga keamanan, kondusivitas sekaligus mendorong pemulihan ekonomi Kabupaten Serang di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Semoga dengan adanya rapat ini kita bisa mencari solusi konkret dari persoalan yang akan kita bahas,” pungkasnya.












