• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 3 Februari 2026, 04:39 WIB
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial

Perselingkuhan di Era Digital: Ketika Kepercayaan Pasangan Runtuh

Walan. Id by Walan. Id
in Pendidikan
0

Walan.id – Perselingkuhan adalah fenomena sosial yang semakin mengemuka di era modern. Bukan sekadar masalah pribadi, perselingkuhan membawa dampak luas, termasuk keretakan keluarga, trauma psikologis, dan terganggunya stabilitas sosial. Di tengah masyarakat digital dan terbuka, persoalan ini menjadi tantangan serius bagi moral dan etika.

Data Komnas Perempuan

Pada tahun 2023 tercatat peningkatan laporan kasus perselingkuhan yang berujung pada perceraian hingga 15% per tahun, menunjukkan dampak nyata terhadap struktur keluarga.

Perselingkuhan merusak fondasi utama hubungan, yaitu kepercayaan dan komitmen. Pihak yang dikhianati mengalami luka emosional, stres, hingga depresi, sementara anak-anak menjadi korban tidak langsung dari keretakan ini.

Penelitian Universitas Indonesia pada tahun 2022 yang lalu menunjukkan anak dari keluarga yang mengalami konflik akibat perselingkuhan lebih rentan mengalami gangguan psikologis dan kesulitan membangun kepercayaan di hubungan sosial mereka.

Baca juga:

Peringatan World Clean Up Day 2025, Menteri LH dan Kepala Daerah Ajak Gotong Royong Bersihkan Sampah

Saat ini, Era digital semakin memudahkan perselingkuhan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, di mana kedekatan emosional bisa terbangun tanpa batas dan sering berujung pada pengkhianatan.

Kasus yang terungkap di pengadilan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa komunikasi daring menjadi bukti perselingkuhan yang banyak terjadi di kalangan profesional perkotaan.

Masalah utama adalah krisis nilai. Kesetiaan sering direduksi sebagai pilihan fleksibel,
sementara budaya permisif menormalisasi perselingkuhan sebagai hiburan atau gosip menarik.

Komunikasi yang buruk, konflik yang tak terselesaikan, dan lemahnya kontrol diri membuka celah bagi perselingkuhan. Namun, alasan-alasan ini tidak membenarkan pengkhianatan terhadap pasangan.

Baca juga:

PKKMB Politeknik Industri Petrokimia Banten, Bupati Serang Minta Mahasiswa Semangat Berinovasi

Dampak sosial dan moral perselingkuhan sangat signifikan. Ia bertentangan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama. Penelitian LIPI (2022) menunjukkan bahwa keluarga yang mengalami perselingkuhan cenderung memiliki tingkat konflik sosial lebih tinggi dan menurunkan tingkat kepercayaan antarwarga di komunitas mereka.

Jika dibiarkan, perselingkuhan dapat merusak institusi keluarga sebagai fondasi masyarakat. Solusi harus bersifat preventif dan edukatif. Pendidikan karakter sejak dini menekankan nilai kesetiaan, empati, dan pengendalian diri.

Pendidikan relasi yang sehat, termasuk komunikasi terbuka dan manajemen konflik, perlu dipromosikan. Konseling keluarga dan layanan kesehatan mental yang mudah diakses terbukti menurunkan angka perceraian akibat perselingkuhan, sebagaimana laporan Pusat Konseling Keluarga Jakarta (2023).

Media massa juga berperan penting dengan menyajikan narasi edukatif, menyoroti dampak perselingkuhan, serta menampilkan kisah pemulihan dan refleksi moral.

Perselingkuhan adalah cermin kualitas moral dan sosial masyarakat. Dengan bukti nyata dari data Komnas Perempuan, Universitas Indonesia, dan lembaga konseling, terlihat bahwa dampak perselingkuhan tidak bisa diabaikan.

Masyarakat yang ingin menjaga integritas
hubungan dan ketahanan keluarga harus menempatkan kesetiaan sebagai pilihan sadar yang dilandasi tanggunga jawab dan empati. Dengan demikian, keluarga tetap menjadi ruang aman dan masyarakat terjaga harmoninya, sementara nilai moral tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penulis: Muhamad Fauzul Adli

Fakultas Hukum Univeritas Pamulang PDSKU Kota Serang

Post Views: 359
Tags: Dampak PerselingkuhanEra DigitalFenomena SosialPerselingkuhan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pedagang Sembako di Pasar Ciruas Keluhkan Harga Minyakkita yang Terus Merangkak Naik

Next Post

Kurangnya Perhatian terhadap Pendidikan, Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa

Related Posts

RDP DPRD Kabupaten Serang Soal Penanganan Banjir Dikritik Aktivis Cikoja

by Walan. Id
30 Januari 2026
0
0
ShareTweetShare

Wabup Najib Hamas Ajak Guru Perkuat Pola Komunikasi Pembelajaran kepada Generasi Alpha

by Walan. Id
18 Januari 2026
0
0
ShareTweetShare

Penguatan SPI Wajib Dilakukan, Negara Tak Boleh Longgar Awasi Rumah Sakit BLU

Syahrial (Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur)

Syahrial (Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur)

by Walan. Id
13 Januari 2026
0
0
ShareTweetShare

Bupati Ratu Zakiyah Ajak Jaga Akhlakul Karimah Anak Didik di HAB Kemenag ke-80

by Walan. Id
3 Januari 2026
0
0
ShareTweetShare

LKBH Fakultas Syariah UIN SMH Banten Buka Layanan Bantuan Hukum Gratis

by Walan. Id
18 Desember 2025
0
0
ShareTweetShare

Kurangnya Perhatian terhadap Pendidikan, Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa

by Walan. Id
17 Desember 2025
0
0
ShareTweetShare
Next Post

Kurangnya Perhatian terhadap Pendidikan, Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Terungkap! Pelaku Pembunuhan di Puri Angrek Walantaka Serang Ternyata Suaminya

8 bulan ago
0

DKPP Kabupaten Serang Sebut 124 Hektar Lahan Pertanian Berpotensi Gagal Tanam

10 bulan ago
0

Berita Terpopuler

    Habiskan 300 Kg Beras Perhari, Tagana Kabupaten Serang Cover 1.520 Warga Terdampak Banjir di Tiga Kecamatan

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Dapur umum yang didirikan Tagana Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang untuk membantu warga yang...

    Pasca Banjir, Baznas Kabupaten Serang Tinjau Warga di Mekarsari Carenang

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Bazanas Kabupaten Serang meninjau warga kampung Selawe, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, yang terdampak pasca banjir. Senin,...

    Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat. Dok. Nurlan

    Bencana di Wilayah Kabupaten Serang, BPBD Jadi Garda Terdepan

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dalam penanganan banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Serang jadi garda...

    Koordinator BPP Kecamatan Carenang Riyana. Dok. Nurlan

    Akibat Terendam Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Carenang Gagal Panen

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Carenang mengidentifikasi lahan sawah yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang,...

    Walan.id
    adalah situs Portal Media Online yang bertujuan menyajikan konten berita terkini dan informatif.
    089528994714
    redaksiwalanid@gmail.com
    Facebook Twitter Youtube

    Category

    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id