Walan.id – PT PLN (Persero) UID Banten memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan kesiapan kelistrikan dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari perluasan akses listrik, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi antara PLN UID Banten dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Kantor Bupati Tangerang, Selasa (28/7).
Pertemuan ini diarahkan pada penyelarasan data, pemetaan kebutuhan daya, serta percepatan pelayanan kelistrikan pada lokasi-lokasi program pemerintah yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.
Audiensi melibatkan tiga unit pelayanan PLN UID Banten yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Tangerang, yakni PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikupa, UP3 Teluk Naga, dan UP3 Serpong.
Hadir dalam pertemuan tersebut Manager PLN UP3 Cikupa Didik Krismanto, Manager PLN UP3 Teluk Naga Muhammad Wardi Hadi, serta Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Serpong Satria Wicaksana yang mewakili Manager PLN UP3 Serpong, beserta jajaran.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi dukungan PLN dalam mempersiapkan infrastruktur kelistrikan bagi program-program pembangunan di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, koordinasi sejak tahap perencanaan diperlukan agar kebutuhan listrik dapat dipenuhi sesuai perkembangan dan karakteristik setiap lokasi.
“Kami mengapresiasi dukungan serta respons PLN dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan di Kabupaten Tangerang. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar Program Elektrifikasi, SPPG, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berjalan dengan baik serta manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mendorong koordinasi antarlembaga dan perangkat daerah terkait untuk mempercepat penyampaian data lokasi serta kebutuhan pendukung program.
Dengan data yang semakin akurat, proses perencanaan dan penyediaan infrastruktur kelistrikan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Program-program tersebut berhubungan langsung dengan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan perekonomian masyarakat.
Karena itu, kesiapan listrik harus menjadi bagian yang direncanakan sejak awal agar seluruh program dapat beroperasi secara optimal,” tambahnya.
Kolaborasi ini memiliki arti penting bagi masyarakat karena keberadaan listrik yang memadai menjadi salah satu fondasi berjalannya berbagai layanan publik dan aktivitas ekonomi. Pada SPPG, misalnya, listrik dibutuhkan untuk menunjang operasional peralatan pengolahan dan penyimpanan bahan pangan.
Sementara pada Koperasi Desa Merah Putih, listrik dapat mendukung aktivitas usaha, pelayanan administrasi, digitalisasi, hingga pengembangan kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Tonny Bellamy, menyampaikan bahwa PLN siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan menghadirkan layanan kelistrikan yang responsif dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap program.
Menurut Tonny, dukungan PLN tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sambungan listrik, tetapi juga mencakup koordinasi teknis, pemetaan kebutuhan daya, kesiapan jaringan, serta pengawalan proses pelayanan agar program pemerintah dapat segera memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Bagi PLN, listrik bukan sekadar infrastruktur, tetapi penggerak pelayanan publik dan perekonomian masyarakat. Ketika SPPG dapat melayani kebutuhan gizi secara optimal dan koperasi desa mampu mengembangkan kegiatan usaha produktif, di situlah listrik memberikan nilai tambah yang nyata bagi kehidupan masyarakat,” ungkap Tonny.
Tonny menegaskan, PLN UID Banten bersama seluruh unit pelaksana akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan setiap kebutuhan kelistrikan dapat ditangani secara terukur, aman, dan sesuai ketentuan.
“Kami siap mengawal kebutuhan kelistrikan program strategis pemerintah sejak tahap perencanaan hingga beroperasi. Sinergi yang kuat akan mempercepat hadirnya layanan yang berkualitas, membuka lebih banyak peluang ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tambahnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Cikupa Didik Krismanto menjelaskan bahwa ketiga UP3 akan berkoordinasi sesuai wilayah pelayanan masing-masing. Langkah awal yang dilakukan meliputi inventarisasi lokasi, identifikasi kondisi jaringan, perhitungan kebutuhan daya, serta penentuan skema pelayanan yang paling sesuai.
“PLN siap mendukung kebutuhan kelistrikan berbagai program Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui proses pelayanan yang cepat, terkoordinasi, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Data lokasi dan kebutuhan daya yang lengkap akan membantu kami menyiapkan solusi kelistrikan secara lebih tepat,” kata Didik.
Menurut Didik, koordinasi lintas unit menjadi penting mengingat wilayah Kabupaten Tangerang dilayani oleh beberapa UP3.
Melalui pembagian peran yang jelas, setiap permohonan dan kebutuhan teknis dapat ditindaklanjuti oleh unit pelayanan terdekat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses listrik, tetapi juga merasakan kualitas pelayanan yang semakin mudah dan responsif. Dengan dukungan kelistrikan yang andal, program pemerintah dapat segera berjalan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut audiensi, PLN dan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memperkuat koordinasi teknis untuk memetakan lokasi prioritas.
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan listrik, mendukung keberlanjutan layanan pemenuhan gizi, menggerakkan ekonomi desa, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.













