Walan.id – Para petani di Kampung Kesaran Desa Sujung Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten. mengeluhkan ongkos gendong padi dimasa panen hingga mencapai Ratusan ribu.
Pasalnya, jalan pertanian di daerah tersebut tidak bisa dilalui karena belum pernah tersentuh pembangunan, Sehingga para petani terpaksa mengeluarkan cos hingga mencapai ratusan ribu. yang biasanya hanya mengeluarkan ongkos gendong sekitar Rp. 20 ribu.
Salah satu petani, Bakri menyampaikan, hal itu tidak sebanding dengan hasil panen, Bahkan menurutnya, ongkos gendong yang semula Rp. 20 ribu kini mencapai Rp.100 ribu.
“Jalan sawah yang biasa dilalui untuk mengangkut padi belum pernah dibangun, biasa ongkos Rp. 20 ribu saat ini mencapai Rp. 100 ribu.” ungkapnya. Kepada walan.id, Minggu, (22/2/2026).
Baca juga:
Dampak Banjir, Petani di Mekarsari Carenang Gagal Panen hingga Kerugian Capai Jutaan
Ia menjelaskan, meski ada jalan untuk para petani saat mengangkut padi, Namun para petani kewalahan karena jalan tersebut terlalu licin dan berlumpur.
“Warga saat ini sedang bergotong royong membuat jalan dengan seadanya.”ujarnya.
Ia mengeluhkan, tingginya ongkos sewa alat comben yang mencapai Rp. 200 ribu perkuintal untuk biaya panen. Sehingga menjadi beban berat bagi para petani.
“Belum lagi ongkos gerandong (komben) perkuintal Rp 200 ribu, jadi tidak sesuai dengan hasil panen petani ya tetap merugi.” keluhnya.
Baca juga:
DKPP Kabupaten Serang Sebut HPP Gabah Kering Panen Rp6.500 Perkilo Untuk Melindungi Petani
Ia berharap, kepada pemerintah terkait supaya jalan pertanian tersebut bisa dibangun agar akses para petani saat mengangkut padi bisa dilalui.
“Itu kan jalan satu satunya para petani mengangkut padi, apalagi di musim panen begini, ya mudah mudahan pemerintah bisa membangun jalan usaha tani.” harapnya.
Editor: Nurlan













