Walan.id – Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak (Astra Tol Tamer) selaku
Badan Usaha Jalan Tol Ruas Tangerang-Merak terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat melalui pelaksanaan Workshop dan Drill Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan
kesiapan tim dalam memahami dan menerapkan prosedur kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Rangkaian kegiatan KTD dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu workshop pada Jumat (21/8) di aula kantor operasional Astra Tol Tamer dan drill simulasi pada Jumat (28/8) di Rest Area KM 68 arah Merak.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan pembekalan teori,
praktik, simulasi, serta evaluasi sehingga pemahaman yang diperoleh selama workshop dapat diimplementasikan secara langsung dalam kondisi simulasi di lapangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Astra Tol Tamer dalam memenuhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) PP 50 Tahun 2012 serta Critical Point Safety Astra Green Company (AGC).
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk melakukan review terhadap kesiapan penanganan kondisi darurat, khususnya dalam menghadapi potensibkecelakaan yang melibatkan kendaraan serta kondisi darurat terkait tumpahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di jalan tol.
“Melalui workshop dan drill, kami ingin memastikan pemahaman tim dapat diterapkan secara langsung, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak” ujar Wisnu Prabakti, Direktur Operasi Astra Tol Tamer.
Pada tahap workshop, peserta mendapatkan pembekalan melalui materi dan praktik mengenai Vehicle Accident Rescue, Emergency Medical Treatment, serta Fire Fighting. Pembekalan tersebut diberikan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melakukan penanganan awal kondisi darurat sekaligus memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan drill simulasi sebagai implementasi dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama workshop melibatkan observer dari unsur SAR Astra Infra, Health Safety Astra Tol Tamer, BPBD, rumah sakit sekitar jalan tol, serta Kepolisian/Polda yang memberikan pengamatan terhadap proses simulasi.meninjau pelaksanaan dan pemahaman tim terhadap prosedur kegawatdaruratan.
Evaluasi dilakukan sebagai bahan pembelajaran untuk mengidentifikasi aspek yang telah berjalan dengan baik
maupun hal-hal yang masih dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya.
“Simulasi seperti ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan
kesiapsiagaan di wilayah Banten. Sinergi antarstakeholder juga perlu terus diperkuat.”pungkasnya.












