Walan.id – Proyek jembatan di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten. Dalam tahapan pembangunan mengalami insiden saat memasang penopang tiang jembatan. Akibat insiden tersebut dua pekerja mengalami luka luka sehingga dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Peristiwa terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus 2026 sore sekitar pukul 16.30 WIB, saat itu pekerja tengah melakukan proses pemasangan kerangka jembatan dan secara tiba tiba kerangka jembatan tersebut bergeser dan tergelincir sehingga para pekerja ikut terseret dan terjatuh.
Pelaksana CV Kopi Pait, Deni membenarkan adanya insiden tersebut, Namun ia mengklaim, para pekerja yang jadi korban hanya mengalami luka ringan.
“Korban ada dua tapi luka ringan sih, itupun langsung dibawa kerumah sakit.” ucapnya saat diwawancarai walan.id di lokasi, Rabu, (19/8/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada saat penopang kerangka jembatan sudah dipasang dan dinaikan, akan tetapi tiba tiba tanah bergeser.
“Untuk pancang itu sudah terpasang, terus tanah dipinggir sungainya itu gerak makanya terjadi insiden.” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan akibat insiden tersebut pihak proyek sempat menghentikan proses pembangunan sementara untuk mengevaluasi pekerjaan.
“Kita ganti tim lagi dari eriksen, kita sama orang dinas kan mengevaluasi untuk cara metode pekerjaan yang kemarin dievaluasi dari kita, Supaya kejadian tidak terulang kembali.”ujarnya.
Masih kata Deni, menurutnya pihak Dinas PUPR maupun pihak konsultan selalu mengarahkan metode kontruksi pekerjaan jembatan tersebut, Namun kata dia, metode tersebut adanya di eriksen.
“Kalau untuk konsultan dan pihak dinas juga sudah mengarahkan, itukan metode dari pihak eriksen. Kalo kita hanya mengawasi pekerjaan.” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Carenang Yeni membenarkan bahwa memang ada dua korban yang ditangani di Puskesmas akibat insiden proyek jembatan tersebut.
“Pada sekitar jam tiga atau jam empat di hari jumat ada dua korban yang dibawa ke puskesmas dan langsung dibawa di UGD.” terangnya.
Ia menjelaskan, dua korban tersebut mengalami luka di pergelangan tangan dan kaki sehingga pihaknya menyarankan untuk di bawa ke rumah sakit. Namun kata dia, pasien tersebut menolak dan lebih memilih berobat ke alternatif patah tulang.
“Pasien ini kan memerlukan ronsen, luka patah dan bagaimana bagian dalamnya, Jadi kita sarankan dibawa ke rumah sakit tapi kedua pasien menolak dan ingin berangkat sendiri ke patah tulang.”jelasnya.
Menurutnya, dua pasien tersebut mengalami pergeseran di pergelangan tangan dan kaki, kemudian yang satunya mengalami luka dibagian paha kanan dan tidak bisa berdiri.
“Kalau untuk lukanya sudah kita lakukan penanganan seperti penjahitan sebanyak dua kali jahitan, nah pasien ini membutuhkan ronsen untuk memastikan luka patah atau bagimana keadaan dalamnya.” pungkasnya.
Simak vidionya di Youtube walan.id












