Walan.id – Camat Carenang bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten. memitigasi dalam menghadapi dampak kemarau panjang.
Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya dampak serangan hama yang meluas serta antisipasi kekurangan pasokan air di area persawahan.
Camat Carenang Imron mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada kordinator penyuluh untuk intens melakukan komunikasi dan kordinasi ke Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC) untuk pasokan air.
“Karena pasokan air kita tergantung dari balai besar, terkait air dari analisa kami baik dari kecamatan, desa dan BPP ini masih normal.” ujarnya.kepada walan.id, Jumat, (17/7/2026).
Ia berharap, mudah mudahan pasokan air kedepanya masih tetap ada. Bahkan, kata dia, dari beberapa lokasi ada penambahan Irigasi Pompanisasi.
“Mudah mudahan irpom tersebut bermanfaat untuk mengaliri sawah sawah yang ada di carenang.”harapnya.
Lebih lanjut, Imron menyampaikan, terkait terjadinya serangan hama di area persawahan, pihak BPP sudah menyiapkan obatnya.
“Jadi tinggal kelompok tani melaporkan berapa besaran yang ingin diobati tentunya itu informasi menyeluruh dari poktan.” tegasnya.
Sementara itu, Kordinator Penyuluh BPP Kecamatan Carenang, Riyana mengatakan, untuk tanaman padi yang sudah terserang penyakit Wereng Batang Coklat (WBC) pihaknya berupaya pencegahan dengan cara mengendalikan periodik.
“Tiga hari sekali kita lakukan pengendalian secara bersama-sama di tiap kelompok untuk gerakan WBC.” terangnya.
Masih kata, Riyana, untuk kondisi pasokan air di persawahan terutama di jalur irigasi masih tersuplai dari bendungan pamarayan.
“Mudah mudahan ini bisa tercukupi sampai panen dan terima kasih kepada balai besar yang sudah mengupayakan air yang sudah mengaliri sampai carenang.” pungkasnya.
Maka dari itu, kata Riyana, pihaknya dan semua unsur di Kecamatan Carenang berupaya agar produksi padi tetap terjaga. baik dari serangan hama maupun air bisa terkendali.
“Makanya kita lakukan pengamatan periodik setiap wilayah kelompok supaya mendata antisipasi mengurangi terjadinya dampak perubahan iklim baik kekeringan maupun serangan hama.” tutupnya.












