Walan.id – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terus digalakkan. Menanggapi pentingnya isu tersebut, SDN Juhut 2 Pandeglang mengambil langkah nyata dengan menggelar kegiatan sosialisasi khusus bertajuk “Membangun Kesadaran Anti-Perundungan dan Menumbuhkan Karakter Positif pada Anak Sekolah Dasar”. pada Senin (15/6).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias sejak pagi hari. Duduk rapi di bangku masing-masing, anak-anak menyimak dengan saksama setiap materi yang disampaikan.
Suasana kelas tampak hidup karena penyampaian materi dikemas secara interaktif dan menyenangkan khas anak-anak. Hadir pula mendampingi jalannya acara, perwakilan pihak sekolah serta para mahasiswa yang ikut memberikan edukasi kreatif menggunakan media visual proyektor agar pesan yang disampaikan lebih mudah dicerna.
Fokus utama dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai apa itu perundungan (bullying), jenis-jenisnya, serta dampak buruk yang nyata bagi tumbuh kembang anak, baik bagi korban maupun pelaku.
Melalui pendekatan yang humanis dan ramah anak, para siswa diajak untuk mengenali tindakan-tindakan di lingkungan sehari-hari yang menjurus pada perundungan, mulai dari perundungan verbal seperti mengejek nama orang tua atau fisik, perundungan sosial seperti mengucilkan teman bermain, hingga tindakan fisik yang tidak menyenangkan.
Selain fokus pada pencegahan, edukasi ini juga sangat menekankan pada fondasi pembentukan karakter positif sejak dini. Nilai-nilai luhur seperti empati (peduli sesama), saling menghargai perbedaan, semangat gotong royong, serta keberanian untuk berbicara menjadi poin penting yang ditanamkan.
Siswa dilatih untuk tidak menjadi penonton pasif saat melihat temannya dirundung, melainkan berani melaporkannya segera kepada guru atau orang dewasa di sekitar mereka.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa dengan berani menyampaikan pendapat mereka tentang bagaimana cara berteman yang baik.
Melalui interaksi dua arah ini, anak-anak diajak berkomitmen bersama untuk saling menyayangi dan melindungi satu sama lain selama berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan berkelanjutan seperti ini, hubungan antar-siswa di SDN Juhut 2 Pandeglang dapat semakin erat, harmonis, dan dipenuhi rasa saling menghormati.
Dengan terbangunnya kesadaran kolektif ini, seluruh warga sekolah berkomitmen untuk terus konsisten menciptakan iklim belajar yang inklusif dan ramah anak, demi mewujudkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang mulia.













