ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, 2 November 2026, 17:40 WIB
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial

Piagam Penghargaan Bupati Serang Tak Berguna Bagi Wajib Pajak PBB di Desa

Walan. Id by Walan. Id
in Peristiwa
0
Pembayaran Pajak Bermasalah. Dok. Ilustrasi/chatGPT

Pembayaran Pajak Bermasalah. Dok. Ilustrasi/chatGPT

Walan.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang mengakui masih adanya tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2010 hingga 2013 yang muncul dalam sistem meskipun sejumlah desa pernah memperoleh piagam penghargaan karena dinyatakan lunas pajak.

Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran dan Penetapan Bapenda Kabupaten Serang, Gungun Ahmad Wiguna, mengatakan persoalan tersebut merupakan masalah lama yang berasal dari masa sebelum pengelolaan PBB diserahkan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama kepada pemerintah daerah pada tahun 2014.

“Data yang kami terima saat pelimpahan memang apa adanya. Kalau di sistem belum ter-flagging lunas, kami tidak bisa serta merta mengubahnya. Karena kami juga tidak memiliki rincian pembayaran per Nomor Objek Pajak (NOP) pada masa itu,” kata Gungun.

Menurutnya, Bapenda pernah berkonsultasi dengan auditor terkait persoalan piutang pajak yang masih tercatat dalam neraca keuangan daerah. Namun penyelesaiannya tidak sederhana karena menyangkut administrasi keuangan negara.

“Kalau mau dinyatakan lunas atau dilakukan penyesuaian, harus jelas dasar datanya. Piagam penghargaan memang ada, tetapi kami juga harus tahu pembayaran itu untuk SPPT yang mana saja. Jangan sampai salah melakukan flagging,” ujarnya.

Gungun menjelaskan, kesulitan muncul karena pada masa itu pembayaran pajak sering dilakukan secara kolektif oleh pemerintah desa. Akibatnya, tidak terdapat rincian yang menunjukkan objek pajak mana yang telah dibayarkan.

“Misalnya satu desa membayar Rp10 juta. Pertanyaannya, Rp10 juta itu untuk bidang yang mana saja. Kalau tidak ada rinciannya, kami khawatir terjadi kesalahan administrasi,” katanya.

Ia mengungkapkan persoalan serupa tidak hanya terjadi di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, tetapi juga ditemukan pada desa lain yang pernah menerima piagam penghargaan pelunasan PBB.

“Yang saya tahu bukan hanya Walikukun. Ada juga desa lain yang menerima piagam penghargaan dan mengalami persoalan yang sama,” ungkapnya.

Meski demikian, Bapenda berjanji akan kembali mengkaji regulasi dan kemungkinan kebijakan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami akan coba pelajari lagi aturan dan mekanismenya. Yang penting harus ada progres karena ini memang isu yang sudah lama,” katanya.

Sementara itu, staf Desa Walikukun, Sarudin, mengatakan kemunculan kembali tagihan PBB tahun 2010 hingga 2013 telah menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah desa, kewajiban pajak pada periode tersebut sudah pernah diselesaikan.

“Pengakuan dari kepala desa terdahulu, pajak tahun 2010 sampai 2013 itu sudah dibayar. Bahkan ada piagam penghargaan dari bupati sebagai bukti bahwa desa saat itu dianggap lunas pajak,” ujar Sarudin.

Namun saat dilakukan pendataan dan pelayanan pajak, tagihan lama tersebut kembali muncul dalam sistem sehingga memicu pertanyaan dari warga.

“Setiap tahun tagihan itu muncul lagi. Warga akhirnya komplain ke desa karena merasa dulu sudah lunas. Bahkan ada yang mempertanyakan kinerja pemerintah desa karena dianggap belum menyelesaikan kewajiban pajak,” katanya.

Menurut Sarudin, sebagian warga akhirnya memilih membayar kembali tagihan tersebut ketika petugas pajak membuka pelayanan di desa. Namun tidak sedikit pula yang meminta kejelasan mengenai dasar tagihan yang muncul kembali setelah lebih dari satu dekade.

“Kalau masyarakat awam kan tahunya ada tagihan ya harus dibayar. Padahal mereka juga mempertanyakan kenapa pajak yang katanya sudah lunas masih muncul lagi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi piagam penghargaan pelunasan pajak yang pernah diberikan pemerintah daerah.

Sebab hingga kini, keberadaan piagam tersebut belum mampu menjadi dasar penyelesaian administrasi terhadap tagihan yang masih tercatat dalam sistem.

Akibatnya, warga yang merasa telah memenuhi kewajibannya masih dibayangi tagihan pajak lama yang terus muncul dari tahun ke tahun tanpa kepastian penyelesaian.

Post Views: 228
Tags: Bapenda Kabupaten SerangBupati SerangKabupaten serangPajak Bumi dan BangunanPiagam PenghargaanTagihan Pajak PBB
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dugaan Penggelapan Pembayaran Pajak PBB di Kabupaten Serang Mencuat

Next Post

Ditenggat Waktu 4 Hari, Satpol PP Bakal Bongkar Sisa Bangunan Liar di Kibin

Related Posts

Pria di Tunjung Teja Meninggal Dunia Usai Terpleset Kedalam Sumur

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tercebur kedalam sumur dengan kedalaman 15 meter. Namun korban sudah meninggal dunia. Dok. (Ist)

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tercebur kedalam sumur dengan kedalaman 15 meter. Namun korban sudah meninggal dunia. Dok. (Ist)

by Walan. Id
30 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Puluhan Warga Diduga Kena Tipu Puluhan Juta Modus Loker di PT Nikomas Gemilang

Kwitansi DP masuk kerja di PT Nikomas Gemilang. Dok. (Nurlan)

Kwitansi DP masuk kerja di PT Nikomas Gemilang. Dok. (Nurlan)

by Walan. Id
30 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Satpam Asal Serang Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar Kontrakan

Ilustrasi mayat. Dok. (Ist)

Ilustrasi mayat. Dok. (Ist)

by Walan. Id
19 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Insiden Wartawan Berakhir Damai, Insan Pers Desak Kapolda Banten dan Kapolres Teken Pakta Integritas

by Walan. Id
14 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Finalis Kang Nong Kabupaten Serang 2026 Visitasi Sejumlah Objek Wisata Unggulan Anyer-Cinangka

Finalis Kang Nong Kabupaten Serang. Dok. (Ist)

Finalis Kang Nong Kabupaten Serang. Dok. (Ist)

by Walan. Id
13 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare

Diduga Wartawan Kena kroyok Polisi saat Liput Demo di HUT Kabupaten Serang, Korban Lapor ke Propam Polda Banten

Kosasih Sukma Wijaya wartawan Ekbis Banten usai membuat Laporan ke Propam Polda Banten. Dok (Nurlan)

Kosasih Sukma Wijaya wartawan Ekbis Banten usai membuat Laporan ke Propam Polda Banten. Dok (Nurlan)

by Walan. Id
9 Oktober 2026
0
0
ShareTweetShare
Next Post

Ditenggat Waktu 4 Hari, Satpol PP Bakal Bongkar Sisa Bangunan Liar di Kibin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Penembak Bos Rental Mobil Terungkap! Oknum Anggota TNI AL Ialah Ajudan serta Nasib Anggota Polsek Cinangka

2 tahun ago
0

Kades Pegadingan: Pernyataan Ketua DPRD Terkait Pelantikan Pejabat Pemkab Seperti Tidak Paham Pemerintahan

10 bulan ago
0

Berita Terpopuler

    Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melepas peserta Jawara Banten Run 5K. Dok. (Ist)

    Ribuan Pelari Padati Pendopo Bupati Serang, Meriahkan Jawara Banten Run 5 K 2026

    by Walan. Id
    1 November 2026
    0
    0

    Walan.id - Ribuan pelari memadati pendopo Bupati Serang dalam event Jawara Banten Run 5 K 2026 yang dirangkaikan dengan hari...

    Tembok pagar SDN Pabuaran, Kecamatan Pamarayan, Ambruk setelah diguyur hujan semalaman. Dok. (Ist)

    Tembok SDN Pabuaran Ambruk, Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Puing

    by Walan. Id
    31 Oktober 2026
    0
    0

    Walan.id – Tembok pagar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pabuaran, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, ambruk setelah dihantam hujan deras pada Jumat...

    Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tercebur kedalam sumur dengan kedalaman 15 meter. Namun korban sudah meninggal dunia. Dok. (Ist)

    Pria di Tunjung Teja Meninggal Dunia Usai Terpleset Kedalam Sumur

    by Walan. Id
    30 Oktober 2026
    0
    0

    Walan.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melaksanakan operasi SAR terhadap seorang laki-laki yang dilaporkan tercebur ke dalam sumur di...

    Honda Banten berkolaborasi dengan pihak Kepolisian untuk mengedukasi pengendara di area rawan kecelakaan. Dok (ist)

    Honda Banten Kolaborasi dengan Kepolisian, Edukasi Pengendara di Area Rawan Kecelakaan

    by Walan. Id
    30 Oktober 2026
    0
    0

    Walan.id – PT Mitra Sendang kemakmuran bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Serang Kota melakukan upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas...

    Walan.id
    adalah situs Portal Media Online yang bertujuan menyajikan konten berita terkini dan informatif.
    089528994714
    redaksiwalanid@gmail.com
    Facebook Twitter Youtube

    Category

    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id