Walan.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), memastikan pemotongan hewan kurban berjenis domba dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyembelih 1000 ekor domba untuk kurban di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. yang dilaksanakan di Ponpes Bai Mahdi Pabuaran, Kabupaten Serang, Kamis, 28 Mei 2026.
Pemotongan Kurban tersebut, sebelumnya Pemkab Serang telah bekerjasama dengan PT Kurma Adzwa Farm (KAF).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan bahwa seribu hewan kurban berjenis domba tersebut didatangkan dari Karawang, Jawa Barat. Bahkan Ia memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.
“Domba ini dari Karawang, Sebelum perjalanan kesini kita sudah datang kesana untuk memeriksa dengan dinas pertanian dan peternakan disana.”ungkapnya kepada walan.id, Kamis, (28/5/2026).
Suhardjo menyampaikan, bahwa domba domba tersebut sudah dicek melalui sampel darah sebagai syarat untuk dibawa keluar daerah.
“Alhamdulillah tidak ditemukan kendala sakit dan sebagainya dan seratus persen dijamin sehat, serta layak disembelih dan dikonsumsi.”ujarnya.
Ia menegaskan, hewan kurban tersebut tidak perlu dikarantina, bahkan menurutnya domba tersebut sudah tersertifikasi dan layak dikonsumsi.
“Itu sudah layak untuk kurban dan layak untuk dikonsumsi.”tegasnya.
Selain itu, pihaknya mengecek penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lapak pedagang hewan kurban di wilayah Kabupaten Serang.
“Disamping Seribu domba ini, kita juga berkeliling di semua lapak, akan tetapi kita belum merekap berapa jumlah lapak di wilayah kabupaten serang.”ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan data tahun 2025 tercatat sekitar 218 lapak yang tersebar di wilayah kabupaten serang.
“hari ini belum kita rekap, karena kemarin tetap kita memantau saat penjualan dilapak dan setelah penyembelihannya.”kata dia.
Sementara, kata Suhardjo, faktor utama hewan ditemukan dari faktor kelelahan dan pencernaan serta stres.
“Itu hal wajar karena dalam perjalanan, hewan stres dan adaptasi lingkungan juga berpengaruh, Namun secara umum masih layak dikonsumsi.”tandasnya.
Penulis: Nurlan











