Walan.id – DInas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mengklaim ketahanan pangan di wilayahnya terpenuhi.
Hal itu diungkapkan Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo bahwa pihaknya terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memastikan ketersediaan produksi pangan yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Kamis, 5 Maret 2026.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suharjo, menegaskan, ketahanan pangan merupakan kondisi dimana produksi pangan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek, mulai dari ketersediaan, aksesibilitas, kualitas hingga stabilitas pangan.
Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus selalu tersedia setiap saat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tidak mengalami kekurangan.
“Ketahanan pangan adalah kondisi dimana produksi pangan kita mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dari sisi ketersediaan, aksesibilitas, kualitas, dan stabilitas. Karena pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus selalu terpenuhi setiap saat,” ujarnya.
Baca juga:
Berdasarkan data DKPP, kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Serang khususnya untuk komoditas padi berada dalam kondisi surplus. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Serang diperkirakan mencapai sekitar 14.059 ton per bulan atau setara sekitar 168.708 ton per tahun.
Jika dikonversikan dalam bentuk gabah, kebutuhan tersebut mencapai sekitar 267.760 ton per tahun. Sementara itu, produksi padi Kabupaten Serang pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar 617.787 ton gabah atau setara dengan sekitar 387.600 ton beras.
“Artinya kita masih memiliki surplus sekitar 119.810 ton. Surplus ini tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Serang, tetapi juga dapat menopang kebutuhan daerah lain, termasuk DKI Jakarta,” jelasnya.
Baca juga:
2.105 Hektar Lahan Padi di Kabupaten Serang Terdampak Banjir, DKPP Bakal Beri Bantuan Benih Padi
Secara regional, Provinsi Banten sendiri tercatat berada pada posisi kedelapan sebagai daerah pemasok pangan nasional. Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Meski demikian, DKPP mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Tantangan terbesar diantaranya adalah ketersediaan air, sumber daya manusia petani, serta alih fungsi lahan pertanian.
“Ketersediaan air menjadi faktor penting. Jika air tersedia sepanjang waktu, maka petani juga bisa mengolah lahan sepanjang waktu. Tantangan lainnya adalah alih fungsi lahan yang terus terjadi karena kebutuhan pembangunan dan investasi,” katanya.
Baca juga:
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah memperkuat perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar lahan produktif tetap terjaga dan tidak terus berkurang.
Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani. Salah satunya dengan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk hingga 20 persen.
“Kebijakan ini sangat berpihak kepada petani karena memberikan kepastian harga dan kemudahan dalam mendapatkan pupuk. Kami di daerah mengawal kebijakan ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” jelasnya.
Baca juga:
DKPP juga terus memotivasi petani untuk meningkatkan indeks pertanaman, dari satu kali tanam dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali tanam. Upaya tersebut didukung melalui perbaikan saluran irigasi, pompanisasi, serta kemudahan akses pupuk bagi petani.
Jika petani mengalami kesulitan mendapatkan pupuk atau menemukan harga gabah di bawah ketentuan pemerintah, masyarakat diminta segera melaporkan kepada DKPP agar dapat segera ditindaklanjuti bersama Bulog.
“Kami mengajak seluruh petani untuk terus semangat meningkatkan produksi. Pemerintah hadir sebagai fasilitator untuk membantu petani agar produksi padi terus meningkat,” katanya.
Ia juga berharap generasi muda atau petani milenial mulai tertarik untuk menggarap lahan pertanian yang masih cukup luas di Kabupaten Serang. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan petani, diharapkan ketahanan pangan daerah dapat terus terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Yuk kita bersama-sama bergandengan tangan untuk terus meningkatkan produksi padi demi memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Serang dan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.
Editor: Nurlan













