Walan.id – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Serang. Hingga saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang terus melakukan penanganan dan pendampingan terhadap warga yang terdampak bencana.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026), menyampaikan bahwa pihaknya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan koordinasi untuk memetakan wilayah terdampak banjir.
“Penanganan bencana ini bukan hanya banjir, tetapi juga longsor, rumah terdampak, hingga kebakaran. Itu memang menjadi tugas kami di Dinsos,” ujar Yadi.
Baca juga:
Ia menjelaskan, Dinsos Kabupaten Serang berupaya memberikan dukungan dasar kepada para korban bencana, mulai dari bantuan pangan, sandang, hingga kebutuhan dasar lainnya. Dalam pelaksanaannya, Dinsos juga dibantu oleh berbagai pihak, seperti perusahaan swasta, relawan masyarakat, Tagana, ibu-ibu PKK, serta kader desa.
“Penanganan ini tidak hanya dilakukan oleh Pemda saja. Kami juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, Kementerian, kecamatan, lembaga sosial, serta pihak swasta yang memiliki kepedulian sosial,” jelasnya.
Yadi menambahkan, sebelumnya Dinsos sempat membuka tiga dapur umum di Kecamatan Padarincang yang melayani empat desa terdampak. Saat ini, dapur umum kembali dibuka di lokasi lain menyesuaikan kebutuhan korban banjir yang masih mengungsi.
Baca juga:
BPBD Perpanjang Status Darurat Bencana di Wilayah Kabupaten Serang
Untuk wilayah timur Kabupaten Serang, Dinsos telah menyalurkan bantuan logistik dan makanan ke tiga kecamatan, yakni Kecamatan Carenang, Tanara, dan Binuang. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga terdampak yang berada di lokasi pengungsian.
“Pada awal kejadian, jumlah pengungsi mencapai lebih dari 3.000 orang. Untuk melayani kebutuhan mereka, dapur umum harus memasak ribuan porsi makanan setiap hari. Secara keseluruhan, bantuan makanan yang telah disalurkan mencapai sekitar 8.000 porsi di seluruh kecamatan terdampak,” ungkapnya.
Selain bantuan makanan, Dinsos juga memperhatikan kebutuhan khusus bagi balita dan anak-anak, serta menyiapkan layanan dukungan psikososial bekerja sama dengan Tagana dan pihak terkait. Bantuan P3K dan layanan pemulihan trauma juga disesuaikan dengan lamanya masa pengungsian.
“Penanganan pascabencana tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinsos. Dinas lain seperti Dinas Kesehatan dan instansi terkait juga turut berperan, termasuk dalam perbaikan infrastruktur dan upaya meminimalisir terjadinya banjir kembali,” pungkas Yadi.
Editor: Nurlan













