• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 7 Mei 2026, 16:11 WIB
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial

Gus Robi : Mengulas Sejarah Bung Karno, Prabowo dan September

Walan. Id by Walan. Id
in Lifestyle, Nasional, Pemerintah, Pendidikan, Politik
0
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang Muhamad Roby. Dok. (Istimewa).

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang Muhamad Roby. Dok. (Istimewa)

Walan.id – Asap masih menggantung di langit kota. Jalanan yang sehari-hari riuh kini dipenuhi aroma ban terbakar dan debu yang bertebaran. Poster-poster mahasiswa, bekas teriakan di depan gedung kekuasaan, tergeletak di trotoar, sebagian robek, sebagian terinjak. Di beberapa kota, laporan penjarahan dan kerusuhan menambah ketegangan, dan di balik kabar-kabar itu tercium aroma makar: bisik-bisik tentang kegelisahan politik yang bisa menjalar menjadi krisis besar. September kali ini bukan bulan biasa. Ia datang dengan riuh yang mengingatkan bangsa ini pada sejarah lamanya sendiri.

Di tengah suasana genting itu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle besar: lima menteri diganti. Bagi sebagian orang, ini sekadar rotasi kabinet, rutinitas demokrasi. Namun bagi mereka yang peka membaca arah angin, langkah ini adalah pernyataan politik. Reshuffle ini adalah jawaban negara terhadap gejolak, sebuah strategi merapikan barisan pemerintahan, mempertegas arah kebijakan, dan menegaskan: negara tidak akan goyah menghadapi badai.

Langkah ini mengingatkan kita pada sejarah September lain. Pada 18 September 1948, republik yang masih muda menghadapi pemberontakan Madiun, di mana PKI berusaha merebut kekuasaan. Tentara Nasional Indonesia, dengan segala keterbatasan, berhasil memadamkan api itu. Dan pada malam 30 September 1965, tragedi G30S menorehkan luka yang mendalam, mengoyak rasa percaya bangsa, dan menandai babak baru sejarah Indonesia. Kedua peristiwa itu terjadi di bawah kepemimpinan Bung Karno, Putera Sang Fajar yang Cindy Adams gambarkan sebagai sosok pemimpin dengan hati sebesar bangsa yang ia pimpin.

Bung Karno menghadapi badai dengan perpaduan karisma, cinta, dan keberanian. Ia turun ke jalan, duduk di warung, mendengar rakyatnya. “Aku ini bukan apa-apa tanpa rakyatku,” katanya. Kalimat itu bukan slogan kosong, tetapi janji. Namun sejarah tidak memberinya jeda. Pemberontakan Madiun dan G30S memaksanya menjadi pengikat bangsa di tengah pusaran ideologi global. Bung Karno tidak memimpin dengan tangan besi belaka, tetapi dengan perasaan dan visi kebangsaan yang mengikat rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Kini, Prabowo berada dalam pusaran zaman yang berbeda, tapi aroma krisisnya serupa. Reshuffle kabinet ini bukan hanya penggantian pejabat, melainkan langkah peneguhan arah pemerintahan di tengah tekanan yang nyata: demonstrasi mahasiswa, penjarahan, ekonomi global yang rapuh, dan politik domestik yang riuh. Keputusan tegas ini adalah sinyal bahwa pemerintah tidak akan membiarkan ketidakpastian berkembang menjadi kekacauan.

Prabowo memimpin dengan ketegasan, tapi bukan ketegasan yang kaku. Dalam setiap pergantian, ada pesan untuk memperbaiki mesin pemerintahan: memperkuat koordinasi, mempertegas prioritas, dan menempatkan orang-orang yang siap bekerja di tengah krisis. Di balik langkah itu, ada upaya merangkul: menjaga kepercayaan rakyat yang mulai goyah, memberi kepastian bahwa negara hadir di saat genting.

Di sinilah hikmah sejarah bersuara, sebagaimana firman Allah:

وَتِلْكَ ٱلۡأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيۡنَ ٱلنَّاسِ
“Dan masa (kejayaan dan kekalahan) itu Kami pergilirkan di antara manusia.” (Ali ‘Imran: 140)

Ayat ini bukan sekadar renungan spiritual, tetapi pengingat bahwa roda sejarah berputar: kejayaan dan krisis silih berganti, dan bangsa ini tidak boleh lengah. Bung Karno pernah menjadi nakhoda di tengah ombak ideologi, kini Prabowo memegang kemudi di tengah badai politik dan ekonomi.

Sejarah September memberi kita pelajaran: kepemimpinan selalu diuji pada masa krisis. Bung Karno mengikat bangsa yang baru lahir dengan kekuatan perasaan dan visi kebangsaan. Prabowo kini dihadapkan pada tantangan yang berbeda: bagaimana menjaga stabilitas di tengah keterbukaan informasi, kompleksitas ekonomi, dan polarisasi politik. Namun esensi kepemimpinan tetap sama: keputusan berani diambil bukan untuk memperkuat kekuasaan semata, tetapi untuk memastikan negeri tetap utuh.

September adalah cermin lintas zaman. Ia memperlihatkan Bung Karno yang teguh di tengah badai ideologi dan Prabowo yang mengambil langkah berani di tengah gelombang protes. Dua zaman berbeda, tetapi sama-sama mengingatkan kita bahwa bangsa ini selalu diuji pada titik-titik genting. Jika Bung Karno dulu bisa menjadikan kepemimpinannya penopang harapan, maka Prabowo pun dihadapkan pada kesempatan untuk mengubah ketegangan menjadi momentum kebangkitan.

Sejarah memberi pilihan: September bisa dikenang sebagai bulan luka, atau sebagai bulan keteguhan. Dan semua itu bergantung pada satu hal: apakah pemimpin negeri ini mampu merawat kepercayaan rakyat dengan hati, sambil mengambil langkah tegas yang dibutuhkan.

Penulis: Muhamad Roby Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Serang adalah calon sejarawan lepas yang gemar merangkai sejarah dengan bahasa sastra. Ia menelusuri arsip dan kisah rakyat untuk menjadikan sejarah cermin bagi masa kini.

Post Views: 563
Tags: Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten SerangMuhamad RobyPrabowo SubiantoSejarah Bung KarnoSejarah September
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bupati Ratu Zakiyah Hadiri Acara Launching Tim dan Jarsey Adhyaksa FC Serang

Next Post

Sidak Puskesmas Bojonegara, Bupati Serang Berdialog dengan Pasien Guna Pastikan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Related Posts

Terungkap! Strategi Ratu Rachmatuzakiyah Hingga Raih Penghargaan dari CNN Indonesia

by Walan. Id
6 Mei 2026
0
0
ShareTweetShare

Temui Menhub, Bupati Serang Ratu Zakiyah Sampaikan Perbaikan PJU di Jalan Nasional

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menemui Menhub RI Dudy Purwangandhy dok. (Istimewa)

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menemui Menhub RI Dudy Purwangandhy dok. (Istimewa)

by Walan. Id
6 Mei 2026
0
0
ShareTweetShare

Dua Desa di Kabupaten Serang jadi Percontohan Aquaponik Melalui Program Gapudakan

Analis Akuakultur Ahli Muda Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Nur Amalia, dok. (Nurlan)

Analis Akuakultur Ahli Muda Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Nur Amalia, dok. (Nurlan)

by Walan. Id
4 Mei 2026
0
0
ShareTweetShare

Hardiknas 2026, Bupati Serang: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan

by Walan. Id
4 Mei 2026
0
0
ShareTweetShare

Kopi Nalar Gelar Pelatihan Jurnalistik Bersama Mahasiswa di Mandalika Anyer

by Walan. Id
3 Mei 2026
0
0
ShareTweetShare

Soroti Pendidikan Hingga Buruh, Ratusan Mahasiswa Demo di Ceceri Kota Serang

Aksi Mahasiswa menggelar Aksi Demontrasi di Perempatan Ciceri Kota Serang. Dok (Ist)

Aksi Mahasiswa menggelar Aksi Demontrasi di Perempatan Ciceri Kota Serang. Dok (Ist)

by Walan. Id
2 Mei 2026
0
0
ShareTweetShare
Next Post
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah berdialog dengan pasien pastikan layanan puskesmas. Dok. (Istimewa)

Sidak Puskesmas Bojonegara, Bupati Serang Berdialog dengan Pasien Guna Pastikan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Harga Pupuk Bersubsidi Diturunkan 20 Persen, Petani Optimis Tingkatkan Produksi

7 bulan ago
0

Silaturahmi Ramadan Mantan Napiter, Ajak Warga Banten Jaga Stabilitas hingga Idul Fitri

2 bulan ago
0

Berita Terpopuler

    Kuasa Hukum Ahli Waris Hadromi Albunari S.H LLM. Dok (Nurlan)

    Ahli Waris SDN 2 Pematang Kragilan Gugat Pemkab Serang

    by Walan. Id
    7 Mei 2026
    0
    0

    Walan.id - Ahli Waris SDN 2 Pematang Hudaeri bin Sarmin menggugat Pemerintah Kabupaten Serang. Dengan nomor register 249/Pdt G/2025/ PN...

    Terungkap! Strategi Ratu Rachmatuzakiyah Hingga Raih Penghargaan dari CNN Indonesia

    by Walan. Id
    6 Mei 2026
    0
    0

    Walan.id - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, meraih penghargaan Outstanding Leader in Regional Economic Acceleration dari CNN Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi...

    Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menemui Menhub RI Dudy Purwangandhy dok. (Istimewa)

    Temui Menhub, Bupati Serang Ratu Zakiyah Sampaikan Perbaikan PJU di Jalan Nasional

    by Walan. Id
    6 Mei 2026
    0
    0

    Walan.id – Pemerintah Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Salah satu yang...

    Kemunculan ikan hiu tutul di perairan Pemujan Teluk Banten. Dok. (Ist)

    Empat Ekor Hiu Tutul Muncul di Perairan Pulau Pamujan Teluk Banten

    by Walan. Id
    4 Mei 2026
    0
    0

    Walan.id - Empat ekor ikan hiu tutul tiba tiba muncul di perairan Pulau Pamujan, Teluk Banten. Pada Senin, 4 Mei...

    Walan.id
    adalah situs Portal Media Online yang bertujuan menyajikan konten berita terkini dan informatif.
    089528994714
    redaksiwalanid@gmail.com
    Facebook Twitter Youtube

    Category

    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id