Walan.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Abadi Desa Kebon Cau, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten terus berinovasi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui program usaha Peternakan dan Pertanian. Program ini berfokus pada kegiatan pembesaran dan pengembangan budidaya jamur tiram.
Program BUMDes Mekar Abadi menjalankan kegiatan tersebut dengan harapan mampu memberikan nilai tambah dalam pengelolaan aset ekonomi desa, serta meningkatkan pendapatan ekonomi Desa Kebon Cau.
Ketua BUMDes Mekar Abadi Arsudin mengatakan bahwa program saat ini pihaknya memilih peternakan ayam pedaging karena menurutnya bisa cepat dipanen.
“Kenapa saya memilih ayam pedaging, karena memanennya tidak terlalu lama, karena kasarnya 27 hari bisa dipanen.” ungkapnya kepada walan.id, Sabtu 27 Desember 2025.
Baca juga:
BUMDes Berkah Wali Gelar Bimtek Pengurus untuk Pertanian dan Peternakan
Menurutnya, ternak seperti ayam pedaging tidak terlalu sulit pertumbuhannya dan mudah penjualannya.
“Ya kalau saya memilih ayam pedaging, sedikit banyaknya lebih murah serta penjualannya tidak sulit dan cepat panen tidak menunggu berbulan bulan.” katanya.
Saat ini pihaknya berencana ingin mengembangkan dan penambahan ekor ayam pedaging.
“Saya pengen kedepannya mengembangkan, kalau lihat situasinya berkembang kita akan tambahkan lagi ayamnya.
Baca juga:
Pemdes Teras Gelar Bimtek Pengurus dan Pengelola BUMDes Maju Bersama Teras
Selain ayam pedaging, Ia juga mengembangkan budidaya jamur tiram yang saat ini ada sekitar 12 Ribu baglog yang siap panen.
“Selain peternakan kita juga kembangkan budidaya jamur yang saat ini sudah ada 12 ribu baglog yang siap panen.” ujarnya.
Sementara itu, Pengelola Jamur Tiram milik BUMDes Mekar Abadi Ahmad Saepudin mengatakan saat ini sekitar 12 Ribu Baglog siap panen dan dipasarkan.
“Harga perkilo saat ini Rp. 15 ribu perkilo, secara penjualan kita sudah ada pengepulnya.” terangnya.
Ia menjelaskan, secara proses pembuatan jamur tiram pertama ngambil serbuk gergaji kemudian di Mixer pencetak baglog dengan ukuran satu banding sepuluh banding seratus.
“Sesudah di mixer kita pres melalui mesin pres dan setelah itu kemudian dikukus menggunakan kaya semawar.” jelasnya.
Baca juga:
Poktan Budi Makmur Panen Jagung, Bupati Serang: Perkuat Ketapang Wujudkan Swasembada Pangan
Ia menuturkan, setelah dikukus kemudian saat pagi di angkat dan didiamkan sekitar satu malam, supaya dingin dahulu.
“Setelah sudah dingin baru di bibit baru setelah itu dinaikan inkubasi, nah kalo sudah 40 hari baru suhunya didinginkan, kalo untuk menumbuhkan jamur suhunya harus dingin dengan suhu dibawah 30 derajat.” tandasnya.
Editor: Nurlan













