Walan.id – Tanaman jagung hibrida milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Wali di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten memasuki masa panen.
Hal itu dikatakan, Direktur BUMDes Berkah Wali, Khairul Hadi untuk kondisi jagung sendiri di umur tanaman yang terhitung 75 hari setelah tanam berencana dipanen setelah hari raya idul fitri.
“Untuk kondisi jagung hari ini di 75 HST, target kita mudah mudahan setelah hari raya idul fitri nanti kita akan melaksanakan panen raya.” ungkapnya kepada wartawan, Senin, (10/2/2026).
Baca juga:
Ia menyampaikan, dari panen raya tersebut mudah mudahan bisa menjadikan motivasi untuk kalangan BUMDes yang ada di wilayah kecamatan carenang kabupaten serang untuk mendongkrak ketahana pangan di Indonesia khususnya di provinsi banten.
Menurutnya, kondisi seperti cuaca curah hujan yang terus menerus menjadi kendala yang mengakibatkan panen jagung terhambat.
“Sejauh ini kan kondisi iklim hujan terus menerus yang mengakibatkan panen jagung yang harusnya tanggal 23 – 24 februari ini dipanen akhirnya mundur.”ujarnya.
Baca juga:
Pemdes Wirana Pamarayan Andalkan Tiga Usaha Untuk Ketahanan Pangan
Ia menjelaskan, akibat kondisi cuaca curah hujan tersebut, akhirnya jagung tidak kering di pohon akibat tidak terkena sinar matahari.
“Makanya pertumbuhannya ada yang tidak rata.”jelasnya.
Meski begitu, kata Hadi, pihaknya sudah mengantisipasi untuk mengontrol kondisi tanaman jagung melalui pembersihan gulma, pupuk dan vitamin untuk perbaikan tanaman jagung.
“Disitu kita mengantisipasi tetap mengontrol kondisi tanaman yang ada kita melalui pembersihan gulma, pemberian pupuk serta vitamin untuk pembenahan ataupun perbaikan jagung yang ada disini.”pungkasnya.
Sekedar diketahui, BUMDes Berkah Wali mengelola lahan seluas 1,2 hektar yang ditanami jagung hibrida dan berharap hasil panen bisa maksimal untuk meningkatkan taraf perekonomian di desa.
Editor: Nurlan













