Walan.id – Tradisi bedolan Pamarayan sempat fakum selama 7 tahun akhirnya secara resmi dibuka oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Diketahui, Tradisi bedolan di bendungan Pamarayan merupakan kegiatan turun-temurun setiap tahun, Nampak warga pun antusias menyambut bedolan tersebut.
Warga sekitar, Jumadi, mengatakan bahwa bedolan tersebut sempat fakum selama 7 tahun dan saat ini dibuka kembali.
“Dibuka sekarang soalnya habis didemo masyarakat.” ungkapnya kepada walan.id, Sabtu, (17/10/2026).
Alasan Vakum, Menurut Jumadi, yang menjadi faktor bedolan ditunda ialah seperti beberapa rumah warga yang dipinggir sungai dekat bendungan khawatir terkena longsor.
“Ya saat ini dibuka karena air dibutuhkan, seperti di pontang, kalau sempat tertunda karena ada rumah dipinggir kali takut longsor, karena jaraknya dekat dengan kali.”ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa bedolan Pamarayan sebetulnya sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.
“Dulu mah kan setiap tahun dan itu sudah tradisi dibedol.” kata dia.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah membuka secara resmi tradisi Bedolan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten.
“Hari ini kita membuka kegiatan Bedolan Pamarayan. Tradisi ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat sekitar Kecamatan Pamarayan dan Kecamatan Cikeusal,” kata Bupati Serang Ratu Zakiyah kepada media usai membuka kegiatan. Sabtu, (17/10).
Bedolan diikuti antusias oleh warga sekitar untuk menangkap ikan secara massal di sungai yang airnya sudah dikeringkan.
“Kita tahu bahwa Bedolan Pamarayan ini merupakan tradisi yang sudah dikenal sejak lama, sejak zaman kolonial dan kemudian beberapa tahun ke belakang tidak dilaksanakan dan di tahun ini masyarakat dengan antusiasnya ingin melaksanakan kegiatan Bedolan Pamarayan.”terangnya.
Ratu Rachmatuzakiyah, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Serang khususnya BBWSC3 yang mempunyai kewenangan di wilayah tersebut.
“Kami terus berkoordinasi memastikan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan festival Bedolan Pamarayan itu bisa kita minimalisir baik permasalahan maupun yang lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Ratu Rachmatuzakiyah, sempat khawatir dengan kegiatan bedolan Pamarayan. Namun, kata dia, hal tersebut sudah diantisipasi oleh pihak panitia.
“Dampak-dampak yang kita khawatirkan, salah satunya adalah dengan adanya derasnya aliran air yang akan melintasi wilayah ini. Salah satunya ada terjadinya longsor.” kata bupati Serang.
Ia menegaskan, pihaknya sudah mengantisipasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga dan mengawasi segala sesuatu khawatir ada hal yang tidak diinginkan.
“Kita koordinasi atau kita minta bantuan Polair, kemudian juga Basarnas, didampingi juga dengan BPBD dan yang lainnya. Ini untuk menjaga kondusivitas yang ada di wilayah Bendungan Pamarayan ini,” katanya.
Bupati mengingatkan agar warga yang ikut tradisi ini tetap mengutamakan keselamatan. Serta para orang tua untuk menjaga anak anaknya saat melihat festival bedolan ini.
“Tadi saya sampaikan kepada seluruh warga yang hadir di sini, nikmati kegiatan ini, ambil keberkahannya dan yang lebih penting adalah menjaga keselamatan jiwa. Tidak ada ikan yang berharga kecuali keselamatan jiwa. Jangan gara-gara cuma ikan satu kilo keselamatan jiwa diabaikan,” pungkasnya.













