Walan.id – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi bernama Latiyah Kampung Sontrol Desa Siremen Kecamatan Tanara Kabupaten Serang, Banten meminta kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera dipulangkan ke Indonesia karena Ia sakit.
Pasalnya, Latiyah mengalami pendarahan dan tidak kuat bekerja sehingga dipulangkan oleh majikannya ke PT penyaluran tenaga kerja di Riyad Smasco Arab Saudi. Namun ketika Latiyah meminta dipulangkan ke Indonesia, Pihak PT meminta uang sebesar Rp. 40 Juta.
“Saya disini sakit dan sudah tidak kuat lagi bekerja, saya sakit pendarahan dan saya sekarang sudah tiga bulan lebih di isolasi.” ungkapnya dalam keterangan vidio yang dibuatnya. Selasa, 20 Januari 2026.
Baca juga:
Anak 10 Tahun di Carenang Kabupaten Serang Jadi Korban Pencabulan Pacar Ibunya
Ia berharap kepada pemerintah terkait agar segera memulangkan dirinya karena dari PT yang memberangkatkannya meminta biaya sebesar Rp. 40 juta.
“Kepada menteri perlindungan migran saya mohon bantuanya saya ingin pulang ke Indonesia.” harapnya.
Sementara, Orang Tua Korban Apas mengatakan bahwa anaknya tersebut sudah bekerja di Arab Saudi menjadi TKW sekitar satu tahun. Dan selama lima bulan ini mengeluhkan sakit.
“Anak saya mengeluhkan sakitnya itu sudah lima bulan, jadi anak saya sering mengeluh pengen pulang, cuma PT itu tidak bisa memulangkan anak saya kalupun bisa harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 40 Juta.” kata orang tua korban.
Baca juga:
Tampung Aspirasi Buruh, Bupati Serang Ratu Zakiyah Audensi Soal Usulan Kenaikan Upah
Masih kata Apas, saat ini pihaknya meminta pertanggungjawaban kepada pihak sponsor yang memberangkatkan anaknya tersebut, dan melaporkan kepada lembaga perlindungan TKI.
“Sponsor sudah diketahui, cuma saya sudah melapor ke lembaga Federasi BUMINU – SARBUMUSI untuk menindaklanjuti kasus tersebut supaya pihak sponsor Ibu Astri asal kasemen bertanggungjawab.” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Lembaga Federasi BUMINU – SARBUMUSI Banten Den Hadi Sastra Wijaya pihaknya akan berupaya dan mengawal proses pemulangan TKW bernama Latiyah yang bermasalah di Arab Saudi.
“Upaya yang kita akan lakukan terkait pemulangan TKW yang bermasalah di Arab Saudi karena beliau pendarahan dibagian kemaluannya.”ujarnya.
Baca juga:
Beri Keahlian Warga Binaan, Pemkab Jalin MoU dengan Rutan Kelas II B Serang
Bahkan, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah terkait untuk bisa memulangkan TKW tersebut.
“Sebagai satgas PMI yang berada di banten tentu kita berupaya untuk bisa memulangkan dan kita akan bersinergi dengan instansi terkait.”tutupnya.
Editor: Nurlan













