Walan.id – Rapat kerja daerah (Rakerda) Real Estate Indonesia (REI) Banten yang diselenggarakan di hotel Swesbell Serpong Tangerang. Cetak kaderisasi generasi muda untuk calon pemimpin REI yang besar dan berkelanjutan.
Hal itu dikatakan, Ketua REI Banten Roni Hadiriyanto Adali bahwa dalam rangka Rakerda tersebut terkait kaderisasi REI dalam mendidik anak anak generasi muda untuk menjadi calon pemimpin kedepan.
“Dalam rangka rakerda ini masalah kaderisasi karena kaderisasi itu adalah mendidik anak anak generasi muda untuk jadi calon calon pemimpin REI kedepannya yang membuat organisasi ini Besar dan berkelanjutan itu perlu kaderisasi.” ungkapnya kepada walan.id, Kamis, 12 Februari 2026.
Baca juga:
Kemenkum Banten dan Diskoumperindag Kabupaten Serang Dorong UMKM Naik Kelas
Ia menjelaskan, Rakerda ini sebagai landasan yang kreatif , inovatif, dan update terhadap perkembangan zaman serta realistis sehingga bisa dikemas dengan program kerja yang bisa memberikan manfaat untuk anggota REI dalam menjalankan bisnisnya.
Namun, kata dia, dalam rapat rakerda yang dikemas dalam acara talkshow itu terkait masalah yang terjadi pada teman teman developer. Seperti, masalah lahan baku sawah (LBS) yang saat ini menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B)
“Yang pertama adalah masalah LBS untuk sekarang menjadi LP2B, jadi kalo sudah masuk lahan itu tidak bisa di apa apakan, jadi sesuai dengan surat edaran pengendalian alih fungsi lahan sawah itu beredar tanggal 30 Januari 2026.”ujarnya.
Baca juga:
Wisuda Perdana PIPB Banten, Lulusan 90 Persen Terserap Industri
Maka dari itu, Kata Roni, dengan diadakannya talkshow bersama Kakanwil Banten bisa memberikan pencerahan dan mudah mudahan ada solusi yang terbaik, karena menurutnya hal tersebut sangat krusial.
“Jadi banyak keluhan dari teman teman yang masuk kedalam DPD REI rata rata masalah tidak bisa memproses verifikasi nya baik suprising ataupun balik nama ini jadi problem kita bersama.” katanya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan terkait OJK hal itu menjadi tantangan masalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang menjadi kendala teman teman dalam merealisasikan akad kredit.
“Jadi banyak yang gagal gara gara di cek BI nya jadi adanya acara itu mudah mudahan ada pencerahan.”pungkasnya.
Editor: Nurlan












