Walan.id – PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK), perusahaan pengelola air bersih yang melayani kebutuhan industri dan masyarakat di wilayah Serang Timur memastikan suplai air aman dan bersertifikasi halal.
PT SCTK yang beralamat di Jalan Irigasi Pamarayan Timur, Kampung Darat Sawah, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, merupakan mitra swasta PDAM Tirta Albantani yang berdiri sejak 15 Mei 1996. Perusahaan ini menyuplai air bersih untuk kawasan industri di tujuh kecamatan di Serang Timur, meliputi Kecamatan Bandung, Binuang, Cikande, Kibin, dan sekitarnya
Commercial, External Relation & Government Relation Director PT SCTK Serang Timur, Deden Rochmawaty, pihaknya mensosialisasikan empat point utama program PT SCTK, yakni Sertifikasi Halal, CSR Program, dan Kampanye Anti Air Bawah Tanah (ABT) serta customer Gathering 2026.
“Dari ke empat point ini, nantinya semoga bisa terwujud sinergitas yang solid antara PT SCTK dan peran media berupa sebuah event yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Kamis, (26/2/2026).
Baca juga:
Kodim 0602/Serang Berkolaborasi dengan PT Indah Kiat, Salurkan Bantuan Pengeboran Air Bersih
Menurutnya, meski Intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Serang Timur sejak akhir 2025 hingga awal 2026 mengakibatkan sejumlah titik terdampak banjir. Kondisi tersebut turut memengaruhi aliran Sungai Ciinte yang menjadi salah satu sumber air baku bagi PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK), perusahaan pengelola air bersih yang melayani kebutuhan industri di kawasan tersebut
Ia menjelaskan bahwa, meski intensitas hujan cukup tinggi dan berdampak pada peningkatan volume sampah serta sedimentasi di aliran sungai, operasional perusahaan tetap berjalan normal.
“Kapasitas produksi kami mencapai 375 liter per detik dan melayani tujuh kecamatan di Serang Timur. Memang pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga banyak sampah terbawa aliran sungai dan menyebabkan sedimentasi meningkat. Namun hal tersebut tidak memberikan kendala berarti terhadap operasional kami karena kami telah melakukan berbagai langkah antisipasi,” ujar Deden.
Baca juga:
Berikut 8 Destinasi Wisata Anyer, Cocok untuk Mengisi Liburan Bersama Keluarga
Ia mengakui, meningkatnya volume sampah yang terbawa arus sungai berpotensi mengganggu sistem pompa, bahkan dapat menyebabkan pompa tersumbat atau mengalami gangguan teknis. Kondisi ini menuntut respons cepat dari tim operasional agar suplai air tetap terjaga.
“Volume sampah yang meningkat secara signifikan memang berisiko membuat impeller pompa tersumbat. Karena itu, tim kami siaga penuh untuk memastikan pompa tetap berproduksi dan air tetap dapat disalurkan sesuai komitmen kami kepada para konsumen industri,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret dalam mengantisipasi potensi banjir dan gangguan operasional, SCTK telah melakukan peninggian ruang panel kontrol (junction box) hingga tiga meter. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan sistem kelistrikan dan kontrol pompa dari risiko terendam air.
“Salah satu upaya kami adalah meninggikan junction box setinggi tiga meter sehingga sistem kelistrikan dan kontrol pompa tetap aman. Dengan begitu, kelangsungan suplai air kepada konsumen dapat terjamin meski terjadi banjir,” tambah Deden.
Baca juga:
Antisipasi Curah Hujan Tinggi, Astra Tol Tamer Tingkatkan Layanan Jalan Tol untuk Pengguna Jalan
Selain memastikan keberlangsungan layanan, SCTK juga mendorong penggunaan air bersih yang ramah lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada air tanah. Menurut Deden, penggunaan air bawah tanah secara masif dapat berdampak pada kerusakan lingkungan dan penurunan muka tanah.
“Kami ingin bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun penyedia sarana air bersih lainnya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku industri agar tidak lagi menggunakan air bawah tanah secara berlebihan,” ungkapnya.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui kampanye edukasi di media sosial perusahaan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami hadir sebagai solusi penyediaan air bersih yang tidak hanya memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutup Deden.
Editor: Nurlan













