Walan.id – Perajin sandal dan sepatu di Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten kesulitan mendapatkan modal hingga berimbas pada kelancaran produktivitas.
Perajin Herman Maryono mengatakan, bahwa ia telah menekuni pembuatan sepatu dan sandal selama tiga belas tahun, Namun terkendala dengan modal dan pemasaran produk.
“Saya menekuni itu dari tahun 2011, sekarang ini lagi fokus pembuatan sandal untuk menjelang hari raya.” ungkapnya kepada walan.id, Sabtu, 14 Februari 2026.
Baca juga:
Kemenkum Banten dan Diskoumperindag Kabupaten Serang Dorong UMKM Naik Kelas
Meski demikian, Ia terkendala dengan modal dan pemasaran produknya, karena menurutnya produknya belum memiliki nama brand.
“Saya mengerjakan sendiri dari mulai pola, jahit, cating, sampai asembling saya kerjakan sendiri, ya karena masih bikin perorangan.” katanya.
Menurutnya, adapun bantuan modal dari pemerintah maupun pihak swasta, Ia akan memanfaatkan membuat brand supaya bisa dipasarkan.
“Kalau misalnya ada bantuan saya manfaatkan untuk brand dulu biar saya bisa masarin.”harapnya.
Baca juga:
Kreatif, Desa Tegal Maja Manfaatkan Limbah Tali Kertas Jadi Produk Tas Bernilai Jual
Ia menjelaskan, yang menjadi kendala ialah salah satunya mesin embos untuk merk, bahkan, kata dia, mesin jahit pun harusnya nambah untuk khusus membuat sandal.
“Ya kekurangan modal, kalau ada modal mah bisa beli buat mesin, Kalau mesin sandal kan mesinya agar kasar untuk jahitnya kalau sepatu kan sudah ada gitu kan.”pungkasnya.
Editor: Nurlan













