• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 3 Februari 2026, 01:58 WIB
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial
No Result
View All Result
Walan
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintah
  • Nasional
  • Teknologi
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Wisata
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Peristiwa
  • Advetorial

DPRD Kabupaten Serang Kontraproduktif saat RDP Penanggulangan Bencana, Amin Nazili Angkat Bicara

Walan. Id by Walan. Id
in Pemerintah
0

Walan.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Serang yang membahas evaluasi penanganan bencana banjir menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis dan tokoh masyarakat. Forum tersebut dinilai kontraproduktif karena justru melemahkan semangat kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan OPD di tengah kondisi darurat yang menuntut percepatan bantuan.

Kritik itu disampaikan Amin Nazili, Presidium Forum Aktivis Serang Selatan sekaligus Ketua DPD Kabupaten Serang Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) asal Tunjung Teja.

“Dalam situasi banjir seperti sekarang, yang dibutuhkan adalah solidaritas, bukan panggung menyudutkan. RDP ini kontraproduktif kalau narasinya justru melemahkan Pemda dan OPD yang sedang bekerja keras di lapangan,” tegas Amin, Kamis (29/1/2026).

Baca juga:

Memasuki Hari ke Empat, Rumah Warga di Mekarsari Carenang Masih Terendam Banjir

Banjir Parah Ini Bukan Tiba-tiba

Amin menegaskan, banjir besar yang melanda puluhan desa di Kabupaten Serang tidak bisa dilepaskan dari persoalan tata kelola lingkungan yang menumpuk sejak lama.

“Banjir separah ini adalah akumulasi kebijakan masa lalu yang tidak pro lingkungan. Jangan seolah-olah pemerintahan sekarang yang harus menanggung semua beban kesalahan,” ujarnya.

Menurutnya, kritik harus disertai kesadaran historis dan keberanian menyentuh akar masalah: kerusakan daerah resapan, penyempitan aliran air, hingga lemahnya ketegasan terhadap pelanggaran lingkungan pada masa sebelumnya.

Baca juga:

Wakil Ketua DPRD Abdul Gofur Tinjau Warga Terdampak Banjir dan Salurkan Bantuan di Mekarsari

Pemda Hadir, OPD Bergerak

Amin menilai Pemkab Serang saat ini sudah menunjukkan langkah-langkah nyata, mulai dari koordinasi lapangan, distribusi bantuan, hingga penanganan warga terdampak di sejumlah titik banjir.

Ia juga menepis narasi yang menggiring opini seolah Pemda lalai, karena faktanya bencana besar ini tidak menimbulkan korban meninggal akibat kelalaian pemerintah daerah.

“Dari banyaknya banjir, korban meninggal hanya dua dan itu bukan karena Pemda tidak hadir. Satu akibat struk di Padarincang, satu tenggelam di Binuang karena korban ODGJ yang sulit diarahkan. Jangan dibelokkan seakan Pemda gagal,” katanya.

Baca juga:

Tinjau Banjir di Carenang, Bupati Ratu Zakiyah Pastikan Tidak Ada Warga Kekurangan Makanan

Anggaran Jangan Dijadikan Alat Framing

Terkait pernyataan sejumlah anggota DPRD soal anggaran BPBD dan buffer stock Dinsos yang masing-masing Rp500 juta, Amin menilai angka tersebut tidak bisa dijadikan ukuran tunggal untuk menilai kinerja penanganan bencana.

“Anggaran penting, tapi saat darurat yang paling penting adalah kecepatan tindakan dan keberpihakan. OPD bergerak, relawan bergerak, masyarakat bergerak. Kalau RDP hanya fokus pada narasi ‘gagap’, itu bukan solusi,” tegasnya.

RDP Jangan Jadi Bencana Kedua

Amin mengingatkan, forum evaluasi harusnya memperkuat, bukan melemahkan. Jika RDP berubah menjadi ruang serangan opini, maka dampaknya justru menghambat kerja kemanusiaan.

“Kalau RDP ini hanya jadi panggung untuk menyalahkan, maka itu bencana kedua setelah banjir: bencana opini yang melemahkan kepercayaan publik dan mengganggu kerja lapangan,” ujarnya.

Amin pun mengajak semua pihak, termasuk DPRD, tokoh politik, dan elemen masyarakat untuk mengutamakan kepentingan warga terdampak.

“Sekarang waktunya gotong royong. Jangan buat warga tambah lelah dengan kegaduhan. Yang kita perlukan adalah kerja nyata, bukan framing,” pungkasnya.

Post Views: 56
Tags: DPRD Kabupaten SerangPenanganan BanjirRapat Dengar Pendapat
ADVERTISEMENT
Previous Post

RDP DPRD Kabupaten Serang Soal Penanganan Banjir Dikritik Aktivis Cikoja

Next Post

Empat Ekor Kambing Milik Warga di Desa Teras Dicuri Maling, Disembelih Sisakan Jeroan

Related Posts

Habiskan 300 Kg Beras Perhari, Tagana Kabupaten Serang Cover 1.520 Warga Terdampak Banjir di Tiga Kecamatan

by Walan. Id
2 Februari 2026
0
0
ShareTweetShare

Pasca Banjir, Baznas Kabupaten Serang Tinjau Warga di Mekarsari Carenang

by Walan. Id
2 Februari 2026
0
0
ShareTweetShare

Bencana di Wilayah Kabupaten Serang, BPBD Jadi Garda Terdepan

Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat. Dok. Nurlan

Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat. Dok. Nurlan

by Walan. Id
2 Februari 2026
0
0
ShareTweetShare

Kolaborasi Bupati dan DPRD Kabupaten Serang Bantu Korban Terdampak Banjir

by Walan. Id
1 Februari 2026
0
0
ShareTweetShare

Wakil Ketua DPRD Abdul Gofur Tinjau Warga Terdampak Banjir dan Salurkan Bantuan di Mekarsari

by Walan. Id
29 Januari 2026
0
0
ShareTweetShare

Tinjau Banjir di Carenang, Bupati Ratu Zakiyah Pastikan Tidak Ada Warga Kekurangan Makanan

by Walan. Id
29 Januari 2026
0
0
ShareTweetShare
Next Post

Empat Ekor Kambing Milik Warga di Desa Teras Dicuri Maling, Disembelih Sisakan Jeroan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Inilah 13 Wisata Curug di Banten yang Masih Alami, Yuk Kunjungi!

1 tahun ago
0

Pleno Penghitungan Surat Suara PSU di Kragilan sedang Berjalan, Ketua PPK: Semoga Berjalan Lancar

10 bulan ago
0

Berita Terpopuler

    Habiskan 300 Kg Beras Perhari, Tagana Kabupaten Serang Cover 1.520 Warga Terdampak Banjir di Tiga Kecamatan

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Dapur umum yang didirikan Tagana Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang untuk membantu warga yang...

    Pasca Banjir, Baznas Kabupaten Serang Tinjau Warga di Mekarsari Carenang

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Bazanas Kabupaten Serang meninjau warga kampung Selawe, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, yang terdampak pasca banjir. Senin,...

    Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat. Dok. Nurlan

    Bencana di Wilayah Kabupaten Serang, BPBD Jadi Garda Terdepan

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dalam penanganan banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Serang jadi garda...

    Koordinator BPP Kecamatan Carenang Riyana. Dok. Nurlan

    Akibat Terendam Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Carenang Gagal Panen

    by Walan. Id
    2 Februari 2026
    0
    0

    Walan.id - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Carenang mengidentifikasi lahan sawah yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang,...

    Walan.id
    adalah situs Portal Media Online yang bertujuan menyajikan konten berita terkini dan informatif.
    089528994714
    redaksiwalanid@gmail.com
    Facebook Twitter Youtube

    Category

    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Pemerintah
    • Nasional
    • Teknologi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Politik
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Wisata
    • Daerah
    • Lifestyle
    • Peristiwa
    • Advetorial

    © 2024 Walan.id