Walan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang memperpanjang status darurat bencana di wilayah Kabupaten Serang.
Hal itu disampaikan, Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat bahwa untuk saat ini, status darurat bencana Kabupaten Serang sudah memasuki tahapan pertama untuk tanggap darurat bencana itu berawal dari 19 Januari sampai dengan 1 Februari 2026.
“Untuk bencana nya sendiri, kita sudah menangani dari tanggal 2 Januari sampai dengan 2 Februari 2026.”ungkap Ajat kepada walan.id, Senin, 2 Februari 2026.
Baca juga:
Tinjau Banjir di Carenang, Bupati Ratu Zakiyah Pastikan Tidak Ada Warga Kekurangan Makanan
Ajat mengatakan, untuk jumlah desa ada 91 desa yang terdampak bencana banjir dan longsor dengan asumsi kalau akumulasi itu bukan semuanya terjadi bencana sekarang, tetapi akumulasi penjumlahan dari dampak bencana dari yang terjadi selama ini
“Untuk saat ini, yang sedang kita tangani ada di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Carenang, Binuang, dan Tanara.” ucapnya.
Menurutnya, Ini semuanya ada potensi bencana banjir, dan kemungkinan melihat eskalasi yang saya sampaikan tadi ada 28 kecamatan per hari ini laporan tadi pagi 91 desa yang terdampaki.
“Kita kemungkinan memperpanjang masa tanggap darurat bencana sampai 14 hari ke depan dan ini sedang berproses.” ujarnya.
Baca juga:
Bencana di Wilayah Kabupaten Serang, BPBD Jadi Garda Terdepan
Ia menjelaskan, Indikator tersebut membuat pihaknya untuk memperpanjang tanggap darurat disamping eskalasi yang terdampak meluas ada informasi dari BMKG dimana cuaca masih kurang berpihak di wilayah kabupaten serang.
“Kemungkinan pertengahan Februari masih ekstrem cuacanya.” jelasnya.
Kemudian, kata Ajat, pertimbangan tersebut memperpanjang tanggap darurat yakni kondisi yang ter update sekarang
“Kita harapkan barangkali curah hujan tidak tinggi lagi, dan kita juga berharap air di laut tidak terjadi banjir rob.”kata Ajat.
“Karena dikhawatirkan, curah hujan tinggi kiriman dari bogor, di sini lautnya rob, nah itu yang kita khawatirkan, tapi mudah-mudahan kita berdoa bersama semoga tidak terjadi.”imbuhnya.
Baca juga:
Akibat Terendam Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Carenang Gagal Panen
Meski demikian, pihaknya sudah siap menghadapinya, maka dari itu ia menyatakan informasi tersebut sesuai kondisi teraktual.
“Tapi kalau pun itu terjadi kita sudah siap untuk menghadapi nya, mudah mudahan cuaca lebih baik dari yang sekarang kemudian luapan sungai cidurian dan ciujung tidak meluap ke rumah penduduk dan saya harapkan air laut tidak rob sehingga air bisa masuk ke laut.”tutupnya.
Editor: Nurlan











