Walan.id – Tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. mengalami cukup drastis dalam pekan terakhir akibat dampak erupsi gunung anak krakatau.
Kondisi itupun, turut berdampak pada tingkat keterisian kamar hotel, bahkan kamar yang sudah terpesan banyak tercancel.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, okupansi hotel di kawasan Anyer dan Cinangka diperkirakan turun hingga 80 persen.
“Memang minggu-minggu kemarin ada penurunan kunjungan. Lumayan, cukup drastis juga penurunannya,” kata Anas kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi kekhawatiran wisatawan setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan munculnya informasi mengenai sebaran abu vulkanik.
Meski demikian, Anas menegaskan kawasan wisata Anyer dan Cinangka masih berjarak cukup jauh dari pusat erupsi. “Jaraknya jauh, dari kawah ke Anyer itu 40 kilometer lebih,” ujarnya.
Anas menjelaskan, kawasan yang masuk dalam radius siaga berada sekitar tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Dengan kondisi tersebut, Anyer dan Cinangka dinilai masih berada cukup jauh dari pusat erupsi.
Kendati demikian, masyarakat dan wisatawan tetap diminta memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta informasi resmi dari pemerintah.
“Sedangkan yang masuk siaga itu tiga kilometer dari kawasan kawah gunung. Jadi untuk Anyer sendiri sebetulnya masih jauh,” katanya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Serang, lanjut Anas, terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kita sudah bekerja sama dengan BPBD. Informasi tetap harus waspada, tetapi informasi yang kita sampaikan harus berdasarkan berita resmi,” jelasnya.
Anas juga mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum diketahui sumbernya.
Ia meminta masyarakat merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan lembaga berwenang, seperti BMKG dan BPBD Kabupaten Serang.
“Kami berharap pemberitaan dan informasi bisa dilihat dari berita resmi, dari BMKG, dari BPBD Kabupaten Serang. Kita selalu hadirkan berita-berita yang ter-update,” tuturnya.
Anas berharap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda sehingga kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Anyer dan Cinangka meningkat.
“Mudah-mudahan dengan informasi yang akurat, masyarakat bisa kembali berkunjung ke Anyer,” katanya.
Selain memantau perkembangan aktivitas gunung api, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana juga terus dilakukan.
Jalur evakuasi dan lokasi aman telah disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
“Intinya jalur-jalur evakuasi mungkin sudah disiapkan, tempat-tempat aman juga sudah disiapkan,” pungkas Anas.













