Walan.id – Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Serang, masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumoerindag) Kabupaten Serang, hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 139 Desa di Kabupaten Serang tercatat belum memiliki lahan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala Bidang Koperasi, Muhammad Rifqi, mengatakan, dari target 326 Desa yang belum memiliki lahan 139 Desa, Sementara yang sudah terbangun dan rampung 100 persen 78 KDMP.
“Yang sudah dibangun seratus persen saat ini sudah 78 kopdes, dan yang proses pembangunan 29, Siap bangun 40, yang belum memiliki lahan tercatat 139 desa dari target 326 desa.” ungkapnya kepada Walan.id, Senin (24/8/2026).
Dari total 326 desa di Kabupaten Serang, pembangunan Kopdes dengan progres 100 persen baru mencakup sekitar 24 persen desa.
Terkait pembangunan tahap kedua, Ia menyebut pelaksanaannya masih menunggu arahan pemerintah pusat. Informasi sementara, tahap kedua direncanakan berlangsung pada akhir Agustus 2026.
“Rencananya untuk tahap dua informasinya di bulan Agustus, akhir Agustus. Kami juga untuk saat ini masih menunggu arahan dari pusat apakah memang per akhir Agustus ini akan ada tahap pembangunan yang kedua,” kata Rifqi.
Untuk desa yang belum memiliki lahan, pihaknya membuka peluang pemanfaatan aset yang dapat digunakan untuk pembangunan Kopdes, termasuk pasar yang sudah terbengkalai.
Menurut Rufqi, lahan milik desa maupun pemerintah daerah dapat dimanfaatkan sepanjang memenuhi ketentuan. Namun, keputusan penggunaan lahan harus terlebih dahulu dibahas melalui musyawarah desa.
“Kalau memang pasar itu terbengkalai dan memang lahannya itu milik desa maupun milik pemerintah daerah maupun milik negara selama itu bisa dimanfaatkan, enggak masalah. Diutamakannya untuk dimusdeskan dulu,” katanya.
Ia menegaskan, musyawarah desa penting agar keberadaan Kopdes nantinya benar-benar mendapatkan dukungan masyarakat dan tidak berakhir sepi setelah pembangunan selesai.
“Jangan sampai nanti setelah terbangun Kopdes nanti sepi lagi,” ujarnya.
Diskoumperindag Kabupaten Serang berharap para pengurus dan pengawas koperasi tetap optimistis menjalankan program tersebut.
“Program ini kan berkelanjutan. Jadi, jangan pesimis dulu, kita harus optimis karena memang ini program strategis,” pungkasnya.












