Walan.id – Serangan hama wereng batang kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, Banten. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang belum bisa memastikan angka kerusakan lahan akibat serangan hama wereng.
Data laporan sementara yang terdampak akibat serangan hama tersebut seperti wilayah Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Carenang, Binuang serta Lebakwangi.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan bahwa tanaman padi di wilayah Kabupaten Serang yang terkena serangan hama wereng tersebut akibat pergantian cuaca dan penanaman yang tidak serentak.
Meski demikian, pihaknya mengantisipasi kerusakan lahan akibat hama tersebut agar tidak meluas dengan cara melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) dengan cara penyemprotan massal ke lahan yang masih diselamatkan.
“Kita mempunyai stok cadangan obat racun hama sekitar empat box untuk gerakan pengendalian penyemprotan massal lahan yang masih bisadiselamatkan.” katanya kepada wartawan, usai menghadiri Launching Manajemen Talenta ASN di Swisbell, Cikande. Senin, (27/7).
“Kemarin seperti di carenang, binuang dan tanara kita lakukan gerdal karena hama wereng cepat menyebar.” tambahnya.
Lebih lanjut, Suhardjo mengatakan, bahwa terkait lahan yang rusak akibat hama wereng yang tidak bisa diselamatkan saat ini pihaknya masih mengidentifikasi.
“Kita belum mendata semuanya, karena baru beberapa kecamatan yang masuk, kaya puso jadi saya belum data semuanya.”ujarnya.
Ia menegaskan, serangan hama tersebut pertama akibat faktor pergantian cuaca dan kedua akibat faktor menanam tidak serentak.
“Jadi seperti disini yang panen pindah ketempat yang lain. Makanya penamaan serentak itu perlu.”tegasnya.
Masih kata, Suhardjo, menurutnya dalam satu hamparan di satu lokasi jadi sasaran begitu yang terkena satu, kemudian pindah ketempat lain.
“Akan tetapi kalau menanam serentak mudah mudahan pengendalian lebih gampang dan mudah.” pungkasnya.












