Walan.id – Camat Carenang bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) menindaklanjuti keresahan para petani terhadap serangan hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Akibat pergantian siklus cuaca.
Upaya tersebut dilakukan dengan gerakan pengendalian (Gerdal) dengan bersama sama menyemprotkan obat hama ke lahan persawahan yang terserang penyakit.
Hal itu dilakukan di dua tempat seperti kelompok tani Desa Panenjoan dan Kelompok Tani Karya 3 di Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten.
Camat Carenang Imron menyampaikan, hal itu bentuk tindaklanjut hasil survei dilapangan bahwa ada beberapa lokasi persawahan masyarakat yang terkena hama wereng.
“Memang secara masif di wilayah kecamatan carenang ini serangan hama luar biasa.”ungkapnya kepada wartawan, Selasa, (21/7).
Maka dari itu, kata Camat, Pihaknya berkolaborasi dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Carenang guna mengantisipasi serangan hama supaya tidak meluas.
“Makanya kita berkolaborasi dengan BPP menyiapkan racun atau obat dan itu gratis karena itu baper stok di balai penyuluh pertanian.”tegasnya.
Sementara itu, Kordinator Penyuluh Riyana mengatakan, bahwa pengendalian tersebut supaya mengantisipasi penyebaran hama supaya tidak terjadi dampak kerugian secara meluas.
“Kita lakukan gerakan bersama sama oleh para petani di seluruh hamparan dan mudah mudahan ini bisa menjamin populasi wreng batang coklat sampai pada titik ekonomis.” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk kondisi saat ini yang masih bisa diselamatkan sekitar 90 persen. Namun, kata Riyana, untuk lahan yang tidak bisa diselamatkan belum diprediksi, karena pihaknya akan mengisolasi terjadinya penyebaran ke tanaman lainya.
“Kalo keseluruhan se kecamatan kerusakan tidak sepuluh persen sih, karena kita masih mendata terus dan jangan sampai kerusakan semakin meningkat.” tambahnya.
Lebih lanjut, Riyana menyampaikan pihaknya masih berupaya untuk mengendalikan kerusakan tanaman yang terkena hama tidak meluas.
“Mudah mudahan kondisi ini tidak menyebabkan hama wreng, dibeberapa titik memang ada karena dari beberapa faktor.” pungkasnya.












