Walan.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mengidentifikasi lahan sawah yang terdampak akibat banjir di wilayah Kabupaten Serang.
Kepala DKPP Suhardjo mengatakan bahwa pihaknya mengajukan untuk para petani yang lahannya terdampak banjir sekitar 2.105 hektar akan mendapatkan bantuan benih padi.
“Kebijakan kita nanti semua yang terdampak itu 2.105 itu akan kita ajukan untuk dapat bantuan berupa gabah benih per hektar 25 kilogram.” ungkapnya kepada walan.id, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga:
Banjir Meluas di Wilayah Kabupaten Serang, Pemkab Salurkan 62 Ton Beras untuk Warga Terdampak
Sambil mengevaluasii, Kata Suhardjo, penyebab banjir tersebut disebabkan karena saluran drainase rusak atau saluran irigasi yang belum diperbaiki.
“Kita akan evaluasi, nanti kita usulkan PUPR atau mungkin BBWSC3 kita akan operasi itu.” kata dia.
Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melengkapi data dan mengidentifikasi untuk pendataan lahan sawah yang terdampak akibat banjir.
Ia menyebut, penyebabnya bisa akibat curah hujan yang tinggi, ataupun saluran air kurang bagus serta saluran yang mampet pihaknya akan berkoordinasi dengan DPUPR dan BBWSC
“Tapi kita dapat pelajaran mungkin saluran yang kurang bagus atau irigasi yang mampet kita akan usahakan perbaiki, tapi ada di dinas PUPR dan BBWSC3.”ujarnya.
Baca juga:
Akibat Terendam Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Carenang Gagal Panen
Lebih lanjut, Suhardjo mengatakan, yang mengajukan PUSO sekitar 519 hektar sawah, akan tetapi menurutnya seluruh lahan sawah yang terdampak 2.105 akan tetap mendapatkan benih padi.
“Tapi kebijakan saya bukan hanya puso yang dapat bantuan tapi semuanya akan kita ajukan untuk mendapatkan benih padi.”tandasnya.
“Agar para petani bisa mengolah dan menanam lahan sawahnya kembali pasca banjir.” imbuhnya.
Ia menyampaikan lokasi lahan yang terdampak parah akibat bencana yaitu, Ciruas, Padarincang, Pontang, Carenang dan Binuang.
“Paling banyak itu sekitar ciruas, padarincang yang terkena longsor kemudian di pontang juga lumayan berat kemudian carenang dan binuang yang mereka sudah hampir panen.” pungkasnya.
Editor: Nurlan













