Walan.id – Dapur umum yang didirikan Tagana Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang untuk membantu warga yang terdampak banjir di tiga Kecamatan menghabiskan 300 kilogram beras perhari.
Kepala Tagana Kabupaten Serang, Muhit Kurniawan, mengatakan posko darurat dapur umum untuk warga terdampak banjir yang didirikan sejak mendapat asesmen dari Bupati Serang melalui Dinsos Kabupaten Serang.
“Pertama kami dapat perintah dari ibu bupati melalui dinas sosial, pada saat itu kita sedang melakukan kegiatan pelayanan dapur umum di cikande.”ungkapnya kepada walan.id, Senin. (2/2).
Baca juga:
Tinjau Banjir di Carenang, Bupati Ratu Zakiyah Pastikan Tidak Ada Warga Kekurangan Makanan
Kemudian, Muhit, menjelaskan pada hari Selasa, 27 Januari 2026 di asesmen ke carenang dan akhirnya di hari Rabu, 28 Januari 2026 melakukan pendirian dapur umum di kecamatan carenang.
“Alhamdulillah tiga hari dapur umum di carenang ini di cover seluruhnya dinas sosial kabupaten serang dan selanjutnya juga ada bantuan dari kemensos jadi logistik aman.’jelasnya.
Lebih lanjut, Muhit mengatakan bahwa dalam memasak dalam sehari menghabiskan sekitar 300 kilogram beras untuk 1.520 Warga yang terdampak di tiga kecamatan.
“Kami dapur carenang melayani di tiga kecamatan, yaitu kecamatan carenang, binuang dan tanara.”terangnya.
Baca juga:
Banjir Meluas di Wilayah Kabupaten Serang, Pemkab Salurkan 62 Ton Beras untuk Warga Terdampak
Ia merinci, seperti warga yang terdampak di kecamatan carenang sendiri yaitu desa mekarsari sekitar dua kampung yang terdampak, seperti kampung bojongwarna, selawe dan perumahan grand mekarsari, kemudian desa pamanuk satu kampung yaitu kampung kedokan porang.
“Untuk wilayah carenang sendiri ada sekitar 705 warga yang terdampak, jadi dua kali distribusi pagi dan sore.”ujarnya.
Masih kata, Muhit, selain carenang, dapur umum carenang juga mendorong pendistribusian nasi bungkus ke kecamatan binuang.
“Di kecamatan binuang ada kampung kuranji dan serewu, disitu ada dua tenda posko pengungsi yang penuh dengan warganya dan sampai saat ini masih tinggal di pengungsian.”
Ia menegaskan, dalam satu hari pendistribusian nasi bungkus tersebut sekitar 1,520 itupun plus relawan yang membantu dilapangan.
“Karena dilapangan juga ada damkar, BPBD, TNI, Polri yang selalu membantu terhadap warga yang dilapangan karena suplay makannya dari sini.” pungkasnya.
Editor: Nurlan












