Walan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dalam penanganan banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Serang jadi garda terdepan dan langsung melakukan asesmen serta menerjunkan personil ke titik bencana.
“Kami selaku koordinator dalam penanganan bencana banjir dan longsor, ketika terjadi bencana awal yang melakukan asesmen adalah BPBD kita terjunkan personel ke titik-titik bencana di Kabupaten Serang.” ungkap kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat kepada walan.id di posko penanganan banjir di carenang. Senin, 2 Februari 2026.”
Ajat mengatakan, setelah turun ke lokasi nanti tergambar seperti apa kondisi dilapangan, contoh seperti logistik, sarpras ataupun jenis bencananya.
“Tentu nanti bisa tergambar seperti apa kondisi yang terjadi, baik itu yang ada koperasinya dengan kekurangan logistiknya, sarprasnya, atau pun jenis bencana serta tingkat bencananya apakah rusak berat, sedang, atau ringan.” ujarnya.
Baca juga:
Akibat Terendam Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Carenang Gagal Panen
Ia menjelaskan, dari hasil asesmen itu pihaknya memberikan pertolongan pertama terlebih dahulu.
“Minimalnya logistik kita turunkan, makanya kaitan sarana dan pra sarana yang kita butuhkan apa yang ada di BPBD kita turunkan.” jelasnya.
Kemudian, Ajat menuturkan, apabila ada kaitannya dengan OPD lain, seperti DPUPR soal kerusakan tanggul dan TPT pihaknya mengkoordinasikan untuk ditindaklanjuti.
Adapun yang lainya, kata Ajat, seperti kerusakan rumah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perkim dan nanti akan turun untuk melakukan asesmen.
“Jadi ada keterpaduan lintas OPD sehingga ada keterpaduan semua OPD di lingkungan Pemkab Serang.” tuturnya.
Baca juga:
Tinjau Banjir di Carenang, Bupati Ratu Zakiyah Pastikan Tidak Ada Warga Kekurangan Makanan
Ajat menyampaikan, saat ini status darurat bencana di kabupaten Serang sudah memasuki tahapan pertama untuk tanggap darurat bencana itu berawal dari 19 Januari sampai dengan 1 Februari 2026.
“Untuk bencana nya sendiri, kita sudah menangani dari tanggal 2 Januari sampai dengan 2 Februari 2026.” terangnya.
Sementara, kata dia, untuk data terupdate sekarang bahwa eskalasi nya sudah meluas ke 28 kecamatan dari 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang.
“Untuk jumlah desa ada 91 desa yang terdampak bencana banjir dan longsor dengan asumsi kalau akumulasi itu bukan semuanya terjadi bencana sekarang, tetapi akumulasi penjumlahan dari dampak bencana dari yang terjadi selama ini.” kata dia.
Baca juga:
Wakil Ketua DPRD Abdul Gofur Tinjau Warga Terdampak Banjir dan Salurkan Bantuan di Mekarsari
Untuk saat ini, pihaknya sedang menangani di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Carenang, Binuang, dan Tanara.
“Ini semuanya ada potensi bencana banjir, dan kemungkinan melihat eskalasi yang saya sampaikan tadi ada 28 kecamatan per hari ini laporan tadi pagi 91 desa yang terdampak.” kata Ajat.
Lebih lanjut, pihaknya kemungkinan memperpanjang masa tanggap darurat bencana sampai 14 hari ke depan dan ini sedang berproses.
“barangkali indikator yang membuat kita memperpanjang tanggap darurat disamping eskalasi yang terdampak meluas ada informasi dari BMKG dimana cuaca masih kurang berpihak kepada kita kemungkinan pertengahan Februari masih ekstrem cuacanya.” ujarnya.
Kemudian, kata Ajat pertimbangan memperpanjang tanggap darurat yakni kondisi yang ter update sekarang.
“Kita harapkan barangkali curah hujan tidak tinggi lagi, dan kita juga berharap air di laut tidak terjadi banjir rob.”
“Karena dikhawatirkan, curah hujan tinggi kiriman dari bogor, di sini lautnya rob, nah itu yang kita khawatirkan, tapi mudah-mudahan kita berdoa bersama semoga tidak terjadi.” imbuhnya.
Akan tetapi menurutnya, adapun itu terjadi pihaknya siap untuk menghadapinya.
“Tapi kalau pun itu terjadi kita sudah siap untuk menghadapi nya.” pungkasnya.
Editor: Nurlan













