Walan.id – Banjir di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang Kabupaten Serang, Banten saat ini mulai surut. Meski Sebelumnya, luapan air sungai cidurian merendam permukiman di dua kampung seperti kampung Bojongwarna dan Kampung Selawe dengan ketinggian air hingga dua meter. Sehingga kondisi tersebut memaksa ratusan jiwa bertahan di sejumlah tempat pengungsian. Sabtu, , 31 Januari 2026.
Hampir sepekan kebanjiran, sebagaian pengungsi mulai membersihkan rumahnya, Namun, meski banjir surut, warga kini mengeluhkan penyakit seperti gatal dan batuk
“Ya saat ini sudah surut dan mulai dibersihkan, ada yang batuk terus alergi pada gatal gatal, ada sih puskesmas nya datang kesini nge cek.” ungkap Wati salah satu warga terdampak kepada walan.id, Sabtu, (31/1).
Baca juga:
Memasuki Hari ke Empat, Rumah Warga di Mekarsari Carenang Masih Terendam Banjir
Ia menjelaskan, sebelumnya banjir terjadi pada tanggal 25 Januari 2026 kemarin hingga ketinggian air mencapai dua meter. Meski surut para pengungsi belum pindah dari tempat pengungsian.
“Kalau mulai surut dari kemarin, sebelumnya banjir mencapai dua meter, cuma kita belum tempatin karena takut ada banjir susulan.” jelasnya.
“Jadi barang barang juga belum diturunin masih ditempat pengungsian.” imbuhnya.
Selain itu, Sulaiman yang sudah mengungsi sekitar sepekan mengatakan meski air saat ini sudah mulai surut, Namun ia masih bertahan dipengungsian karena rumahnya masih terendam banjir.
“Sekarang mulai surut tinggal rumah dibelakang aja yang masih terendam air, Kalo dibelakang air masih selutut.”ujarnya.
Baca juga:
Tinjau Banjir di Carenang, Bupati Ratu Zakiyah Pastikan Tidak Ada Warga Kekurangan Makanan
Terkait bantuan serta kesehatan, menurutnya pemerintah sudah cukup membantu dalam penanganan banjir di wilayahnya.
“Kalau bantuan mah gak abis abis sih, air bersih juga kemarin dikirim, dokter dokter juga keliling ngecek kesehatan.” tandasnya.
Sulaiman tinggal di gubuk pengungsian yang ia buat sendiri untuk tinggal bersama keluarganya sekitar lima orang, Meskipun ketika hujan sering kebocoran.
“Gubuk buat sendiri, saya tinggal didalam lima orang bersama anak dan saudara.” ujarnya.
Lebih lanjut, Sulaiman mengatakan para pengungsi saat ini belum pindah kerumah masing masih meski air sudah surut.
“Belum ditempatin, yang sudah kering aja di depan belum ditempatin, barang barang juga masih diatas.” pungkasnya.
Editor: Nurlan













